TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi terus dilakukan berbagai kalangan pendidikan. Salah satunya melalui pengembangan CIVIC-GO (Civic Digital Board Game), media pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berbasis Android yang memadukan teknologi permainan digital dengan penguatan nilai-nilai kearifan lokal.
Inovasi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis Digital Board Game Aplikasi CIVIC-GO Kearifan Lokal melalui Platform Android yang digelar di Lojikka Hotel Tulungagung, Senin (15/9/2025).
Kegiatan ini mempertemukan akademisi, programmer, konsultan teknologi informasi, serta guru-guru PPKn yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Tulungagung.
Workshop merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Penelitian BIMA Tahun 2025 yang bertujuan menghasilkan media pembelajaran inovatif sekaligus memastikan aplikasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di sekolah.
Ketua tim peneliti, Dwi Agustina Rahayu, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan CIVIC-GO dilatarbelakangi perubahan karakter peserta didik yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Menurutnya, pembelajaran PPKn perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan.
“Teknologi seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat proses belajar, bukan sekadar mengubah media penyampaian materi. Inovasi pembelajaran harus tetap berpijak pada tujuan pendidikan, yakni membangun karakter, kesadaran berbangsa, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ujarnya.
Dalam sesi workshop, narasumber Yogi Mutiara Zhulqarna’in, S.T. memaparkan perkembangan teknis aplikasi CIVIC-GO, mulai dari desain sistem, pengembangan antarmuka pengguna (user interface), pengalaman pengguna (user experience), integrasi materi pembelajaran, hingga mekanisme evaluasi berbasis permainan digital.
Aplikasi tersebut dirancang dengan berbagai fitur interaktif, seperti menu materi pembelajaran, misi dan tantangan edukatif, simulasi penyelesaian persoalan kewarganegaraan, sistem penilaian otomatis, capaian level pembelajaran, umpan balik hasil belajar, hingga penyimpanan data peserta didik melalui platform Android.
Meski mengusung teknologi digital, proses pengembangannya tidak hanya berfokus pada aspek teknis. Guru-guru yang tergabung dalam MGMP PPKn Kabupaten Tulungagung turut memberikan berbagai masukan terkait substansi materi agar selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan kebutuhan nyata di ruang kelas.
Ketua MGMP PPKn Kabupaten Tulungagung, Singgih Adi W., S.Pd., menegaskan bahwa keterlibatan guru menjadi faktor penting untuk menjamin kualitas akademik aplikasi. Menurutnya, media pembelajaran digital harus mampu menjadi alat bantu yang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
“Guru memberikan masukan terkait penyusunan materi, penggunaan bahasa yang mudah dipahami peserta didik, penyajian kasus-kasus kewarganegaraan yang kontekstual, hingga penguatan muatan budaya lokal agar lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa,” jelasnya.
Dalam forum diskusi juga mengemuka pandangan bahwa media pembelajaran berbasis digital tidak boleh hanya berorientasi pada hiburan. Setiap fitur yang dikembangkan harus memiliki tujuan pedagogis yang jelas serta mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, mengambil keputusan, berkolaborasi, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, dan programmer dinilai menjadi kekuatan utama dalam pengembangan CIVIC-GO. Pendekatan multidisiplin tersebut memungkinkan lahirnya produk yang tidak hanya inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Dari hasil workshop, peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi penyempurnaan aplikasi, antara lain penguatan mekanisme permainan, optimalisasi fitur evaluasi pembelajaran, penambahan konten berbasis kearifan lokal, penyempurnaan tampilan antarmuka, serta penyusunan panduan implementasi bagi guru.
Melalui pengembangan CIVIC-GO, tim peneliti berharap lahir sebuah media pembelajaran yang tidak hanya mempermudah proses belajar mengajar, tetapi juga mampu memperkuat karakter kebangsaan peserta didik serta menjaga relevansi nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, CIVIC-GO diharapkan menjadi salah satu model pembelajaran PPKn yang adaptif, interaktif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Jurnalis: Pandhu













