BisnisPendidikan

UBHI Tulungagung Gandeng TikTok Shop, Cetak Generasi Entrepreneur Digital dari Kampus

×

UBHI Tulungagung Gandeng TikTok Shop, Cetak Generasi Entrepreneur Digital dari Kampus

Sebarkan artikel ini
Peserta, trainer, dan jajaran Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung usai pembukaan program Start Academy 2026.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi digital. Tantangan itu dijawab Universitas Bhinneka PGRI (UBHI) Tulungagung melalui kolaborasi strategis dengan TikTok Shop by Tokopedia lewat program Start Academy 2026.

Program yang digelar di Auditorium UBHI Tulungagung, Selasa (30/6/2026), diikuti 100 mahasiswa aktif semester dua hingga delapan dari berbagai program studi yang telah lolos seleksi. Selama lima hari, peserta mendapatkan pembekalan teori, praktik, hingga sertifikasi di bidang digital commerce, content creation, affiliate marketing, dan live streaming.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBHI, Dr. Muhamad Abdul Roziq Asrori, S.Pd.I., M.Si., Kepala Unit Inkubator Bisnis Pangki Suseno bersama tim Inkubator Bisnis, yakni Dwi Agustina Rahayu dan Amartya Bambang Kusuma.

Dalam sambutannya, Roziq menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menjawab tantangan tingginya angka pengangguran lulusan yang dipicu ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung berdiskusi bersama trainer TikTok Shop by Tokopedia saat sesi praktik dalam program Start Academy 2026.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dipandang sebagai peluang bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian ekonomi, bukan sekadar menjadi pengguna media sosial.
“Sudah saatnya mahasiswa mengubah pola pikir. Jangan hanya menjadi pengguna media sosial atau pencari kerja, tetapi harus berani menjadi pencipta lapangan kerja melalui ekonomi digital,” tegasnya.

UBHI bersama TikTok Shop by Tokopedia menghadirkan tiga jalur pengembangan kompetensi, yakni magang di ekosistem e-commerce, affiliate marketing, dan live streaming. Ketiganya dinilai memiliki peluang besar seiring pesatnya pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia.

Roziq menegaskan program tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Peserta akan mengikuti proses pembelajaran intensif yang diakhiri dengan uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi profesional.

Mahasiswa dengan potensi terbaik juga akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui Inkubator Bisnis UBHI agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Ilmu harus menghasilkan karya. Sertifikat bukan tujuan akhir, tetapi pintu awal untuk membangun usaha dan menciptakan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Trainer TikTok Shop by Tokopedia, Rosida Rahma, S.E., mengatakan tantangan generasi muda saat ini bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga membangun karakter yang mampu bersaing di industri digital.

Menurutnya, kemampuan komunikasi, kreativitas, konsistensi, hingga keberanian tampil di depan publik menjadi modal penting bagi siapa pun yang ingin berkembang sebagai kreator konten, afiliator, maupun live streamer profesional.

Selain memperoleh sertifikasi, peserta yang lulus juga berpeluang mengikuti program magang di perusahaan yang berada dalam jaringan TikTok Shop by Tokopedia. Hasil pelatihan pun akan diintegrasikan ke dalam sistem akademik melalui konversi nilai mata kuliah kewirausahaan.

Kolaborasi UBHI dengan TikTok Shop by Tokopedia menjadi langkah nyata dalam memperkuat identitas kampus sebagai Entrepreneur University, sekaligus menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Jurnalis : Pandhu