

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com –
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menghadiri peluncuran Golkar Tulungagung Ramadhan Fest 1447/ 2026 yang digelar Sabtu (21/2/2026) di halaman Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji,
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, serta Kehadiran Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjadi sorotan utama sekaligus menandai babak baru komunikasi politik lintas kekuatan pasca-Pilkada 2024.
Dalam sambutannya, Gatut Sunu tidak menghindari dinamika politik yang sempat menghangat pada kontestasi Pilkada. Ia menegaskan, kompetisi merupakan bagian sah dari demokrasi, namun setelahnya seluruh elemen politik wajib bersatu demi kepentingan rakyat.
Partai Golkar yang sebelumnya berada di barisan kompetitor, kini menunjukkan sikap terbuka dengan mengundang kepala daerah dalam agenda Ramadhan Fest. “Ini bentuk penghormatan yang luar biasa,” ujarnya usai acara.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat ditopang eksekutif semata. Sinergi dengan legislatif serta seluruh partai politik menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mempercepat realisasi program strategis.
Sorotan publik terhadap kondisi jalan rusak yang bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat turut dijawab secara terbuka. Bupati memastikan, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran perbaikan jalan sebesar Rp 318 miliar.
Angka tersebut disebutnya hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata alokasi infrastruktur pada tahun-tahun sebelumnya.
“Ini bukan janji, tetapi langkah nyata yang sudah masuk dalam perencanaan anggaran,” tegasnya.
Anggaran itu akan difokuskan pada perbaikan bertahap di berbagai kecamatan, disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. Dukungan lintas partai, termasuk dari jajaran Golkar di tingkat pusat, dinilai krusial agar proyek infrastruktur berskala besar berjalan tanpa hambatan politik.
Di tengah dinamika demokrasi lokal, Ramadhan Fest 2026 juga dinilai sebagai simbol wajah humanis partai politik. Bupati menegaskan, partai tidak boleh hadir hanya menjelang pemilu, melainkan harus konsisten membersamai masyarakat dalam momentum sosial-keagamaan.
“Ramadhan harus menjadi ruang silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus membangun kedewasaan politik,” ujarnya.
Memasuki bulan suci, Bupati turut mengimbau masyarakat menjaga toleransi dan kondusivitas wilayah. Ia menekankan, esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan amarah serta menjauhi niat buruk.
Sebagai langkah konkret menjaga ketertiban umum, Pemkab Tulungagung menerbitkan Surat Edaran yang melarang penerbangan balon udara, konvoi jalanan, serta penggunaan sound system berlebihan untuk membangunkan sahur. Kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Peluncuran Ramadhan Fest 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pembukaan agenda partai. Ia menjelma simbol rekonsiliasi politik, penegasan komitmen pembangunan, sekaligus pesan moral bagi masyarakat Tulungagung: kontestasi telah usai, kini saatnya kolaborasi demi daerah yang lebih maju, aman, dan berkeadaban.
Jurnalis: Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !