160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Warga Desa Batangsaren Hidupkan Pawai Bhinneka Tunggal Ika : Wabup Tulungagung Mengapresiasi

 

Sosok Puteri dari Desa Batangsaren

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com –
Lebih 900 warga Desa Batangsaren tumpah ruah ke jalan utama Kauman dengan satu tekad: mempersembahkan totalitas cinta kepada Indonesia. Dalam balutan Pawai Bhineka Tunggal Ika memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025, partisipasi warga tak sekadar hadir, tetapi menyatu dalam langkah, busana, dan semangat yang menggema sepanjang rute.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dari anak-anak hingga orang tua, semua bahu-membahu menjadikan Batangsaren bukan hanya peserta, melainkan jiwa dari perayaan kebangsaan ini, Minggu sore (31/8/2025).

Jalan utama Kecamatan Kauman hari itu seakan bernyawa. Ia bergetar oleh langkah ribuan peserta pawai, bergemuruh oleh sorak warga, dan berwarna-warni oleh parade budaya yang membentang sepanjang rute dari Lapangan Desa Batangsaren hingga Bolorejo. Udara pun ikut berdesir, membawa harum patriotisme yang menyalakan semangat kebersamaan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Sosok Puteri dan pejuang dari Desa Batangsaren

Barisan pawai Desa Batangsaren, dengan nomor urut 03, tampil seperti panggung besar yang menyatukan zaman. Lebih dari 900 orang menghidupkan kisah: dari Zaman Perjuangan yang penuh heroisme, Zaman Modern yang dinamis, Zaman Jadul yang sarat nostalgia, hingga megahnya masa Kerajaan dengan kereta kencana berbalut dayang-dayang anggun. Gotong royong warga membuat iring-iringan itu seolah bernapas dalam satu tarikan jiwa: kebhinekaan.

Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin SM mengapresiasi Pawai Bhinneka Tunggal Ika, Minggu(31/8/2025).

Suara Pemimpin Menggema
Di tengah gegap gempita, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin seakan berbicara dengan hati masyarakat.
“Pawai ini bukan sekadar perayaan. Ia adalah ajang silaturahmi, penjaga kedamaian, dan pengingat bahwa gotong royong masih hidup di tengah kita. Semoga masyarakat Tulungagung semakin cinta damai dan menjunjung nilai kebhinekaan,” ungkapnya penuh harap.

Kauman Menyapa dengan Harmoni
Camat Kauman tak kalah lantang. Suaranya seolah mengalun bersama derap langkah peserta pawai.
“Kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari keberagaman inilah lahir cinta tanah air. Mari kita jaga Kauman, mari kita jaga Tulungagung, sebagai titik awal membangun Indonesia yang rukun dan damai,” pesannya.

Harapan dari Batangsaren
Pj. Kepala Desa Batangsaren, Frano Torana, S.Sos, melalui Sekdes M. Apryandi Soleh, menitipkan pesan pada generasi muda.
“Pawai ini bukan hanya hiburan, tetapi pendidikan karakter. Semoga anak-anak Batangsaren tumbuh dengan nasionalisme yang kokoh dan hormat pada perbedaan,” ujarnya.

Rute yang Berbicara
Rute pawai dari Batangsaren hingga Bolorejo seakan bercerita. Setiap langkah peserta adalah huruf, setiap sorak warga adalah tanda baca, dan setiap pelukan keberagaman menjadi kalimat utuh bernama persatuan.

Dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, Tulungagung menegaskan: keberagaman bukan sekadar mozaik budaya, melainkan napas kehidupan yang membuat bangsa ini terus berdiri tegak.

Jurnalis Nanang
Editor Tanu Metir

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !