

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhaar Tulungagung terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi dan nilai-nilai spiritual.
Salah satu upayanya adalah menyelenggarakan Diklat Artificial Intelligence (AI) dan Coding bagi 45 guru di lingkungan Al Azhaar, Selasa (8/7/2025), di Ruang Pertemuan Al Batul, Kedungwaru, Tulungagung.
Menurut Heru Syaifuddin, Direktorat Humas LPI Al Azhaar, pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak di era transformasi digital. Namun, Al Azhaar tak sekadar mengadopsi teknologi, melainkan mengemasnya dalam pendekatan spiritual.
“Kami mempersiapkan guru sebagai pionir pembelajaran cerdas berbasis nilai rabbani agar melahirkan generasi unggul secara teknologi dan akhlak,” tegas Heru.
KH. Imam Mawardi Ridlwan, Pengasuh Pesantren Al Azhaar, menegaskan diklat ini bertujuan membekali guru dengan konsep dasar AI dan pemrograman. Guru tidak hanya dilatih menguasai keterampilan teknis seperti coding berbasis blok (Scratch) dan teks (Python), tetapi juga mengintegrasikan nilai adab dan kebersamaan dalam pemanfaatan teknologi.
“Guru harus mampu merancang kurikulum yang kontekstual, transformatif, dan berlandaskan spiritualitas,” ujar Abah Imam.
Pelatihan ini juga dirancang untuk berkolaborasi dengan metode Quantum Learning, memadukan pendekatan modern dan perangkat digital. Dipandu oleh Coach Gus Hamid dan Coach Eko Gondrong, para guru diajak praktik langsung menggunakan AI dalam pembelajaran serta merancang media edukasi berbasis teknologi.
Abah Imam berharap, melalui diklat ini, guru Al Azhaar tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga mampu membangun budaya pengembangan aplikasi edukasi yang bernilai spiritual. Langkah ini sejalan dengan rencana integrasi AI dan coding ke kurikulum Al Azhaar pada tahun ajaran 2025/2026.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !