

TULUNGAGUNG HARIAN-NEWS.com – Harapan kehangatan dan rasa syukur memenuhi suasana SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur saat keluarga besar sekolah menggelar acara halal bihalal pada hari pertama masuk pasca libur Idul Fitri 1446 H/2025.

Tradisi penuh makna ini menjadi momentum berharga bagi siswa, guru, serta staf sekolah untuk saling bermaafan dan memperkokoh tali silaturahmi.
Kepala SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Niken Hari Pratiwi, S.Psi., M.Pd., menyampaikan, momen Idul Fitri senantiasa menjadi waktu yang dinanti-nantikan.
“Perayaan Idul Fitri tentu disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah. Namun, kami senantiasa menjaga agar perayaan ini tidak menjadi euforia berlebihan. Halal bihalal merupakan cara kami untuk membangun kebersamaan dan berbagi kebahagiaan,” tuturnya.

Selain halal bihalal di lapangan sekolah, tradisi silaturahmi juga merambah ke lingkup yang lebih personal.
Guru dan staf membuka pintu rumah mereka melalui kegiatan open house, mengundang siswa dan tenaga pendidik lainnya untuk berbagi keceriaan.
“Biasanya para guru akan mengatur waktu untuk bersilaturahmi ke rumah kepala sekolah dan saling berkunjung satu sama lain. Siswa juga mengunjungi rumah guru melalui koordinasi grup kelas masing-masing,” tambah Niken.
Semangat Idul Fitri pun terpancar di media sosial sekolah. Akun OSIS bernama OSIS Esemkita aktif membagikan ucapan dan kegiatan yang terkait dengan perayaan Idul Fitri, memberikan inspirasi dan rasa kebersamaan kepada seluruh warga sekolah.
Tak hanya itu, meski program berbagi lebih terpusat pada bulan Ramadhan, beberapa guru tetap menunjukkan kepedulian dengan memberikan bingkisan kecil kepada siswa.
“Kami ingin agar semangat berbagi tetap hidup, meskipun sifatnya lebih personal di Idul Fitri,” jelas Niken.
Nilai-nilai Ramadhan yang telah ditanamkan terus dijaga agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Melalui apel pagi dan upacara, mereka diingatkan untuk mempertahankan sikap baik yang telah dilatih selama bulan suci. “Harapan kami, setelah saling bermaafan di Idul Fitri, jangan sampai kembali bermusuhan. Apa yang telah diraih selama Ramadhan harus terus dijaga,” pungkasnya.
Melalui acara ini, SMKN 1 Boyolangu membuktikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan upaya memperkokoh silaturahmi, menjaga keberkahan, dan meneruskan nilai-nilai kebajikan di setiap langkah kehidupan.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !