
THR 2025 Galih Nusantoro, S.STP., MM., Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Jawa’ Timur.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com —Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, membawa kabar gembira bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan di wilayahnya. Sebanyak hampir 10 ribu ASN dan pensiunan dijanjikan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 tahun 2025.
Galih menyebut, Pemkab Tulungagung telah menganggarkan dana sekitar Rp 53 miliar untuk pembayaran THR dan Gaji ke-13. Jumlah ini ada acress dimungkinkan mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat penyesuaian pada belanja pegawai untuk gaji pokok dan tunjangan.
“Penyalurannya mengacu pada Peraturan Pemerintah, termasuk besaran yang masih menunggu regulasi resmi. Namun, dari informasi awal, dana akan cair 10 hari menjelang Lebaran,” ungkap Galih saat menghadiri prosesi Boyongan Ndalem Keprabon Bupati Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (7/3/2025).
Selain memastikan hak-hak ASN terpenuhi, Pemkab Tulungagung juga terus melakukan efisiensi anggaran. Beberapa langkah seperti memangkas belanja perjalanan dinas hingga 50 persen dan meniadakan pengadaan seragam dinas telah dilakukan untuk memastikan kelangsungan program prioritas pembangunan.
“Kami mengutamakan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” ujar Galih.
Galih juga menyampaikan bahwa proyek strategis seperti perbaikan jalan Karangrejo-Sendang yang terdampak longsor serta pembangunan jembatan tetap menjadi prioritas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rencana pengadaan kendaraan dinas untuk pejabat daerah, termasuk mobil dinas bupati dan wakil bupati, sesuai regulasi karena kendaraan lama telah melewati masa pakainya.
BPKAD juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pengelolaan anggaran lebih efektif. Program yang tidak efisien dapat dialihkan ke kebutuhan prioritas lainnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat Tulungagung secara optimal.