Selasa, 5 Maret 2024

Ulama, Cendekia dan Tokoh Masyarakat Gelar Sarasehan Kebangsaan

Al Azhaar
Sarasehan Kebangsaan

MALANG, HARIAN-NEWS.com – Dalam upaya memperingati  Kemerdekaan RI ke-78, Pondok Pesantren Annur Satu Al Azhar Bululawang Malang mengumpulkan ulama, kyai, cendekia dan tokoh masyarakat dalam kegiatan  “Sarasehan Kebangsaan” bertempat di halaman Pondok Pesantren Annur Satu Al Azhar Bululawang Malang, Kamis (24/8/2023).

Pengasuh Pondok Pesantren Annur Satu Al Azhar Bululawang, KH. Mashudi Busiri dalam sambutannya,  mengamanahkan para pejuang bangsa untuk menjaga empat pilar bangsa.

“Kami dari pondok pesantren menitipkan agar empat pilar kebangsaan untuk disosialisasikan dan dijaga oleh para Pejuang Merah Putih. Pesantren mendukung untuk perjuangan menjaga kedaulatan bangsa yang besar ini. Semoga kegiatan Sarasehan Kebangsaan dapat menjadi wasilah untuk sinergi bela negara para santri,” tegas Kyai Mashudi.

Saat sebelum mengakhiri sambutan KH. Mashudi Busiri memberi amanah pada DR. KH. Gus Mujab untuk memberi sambutan atas nama para masyayich, ulama, kyai dan cendekia.

Gus Mujab dalam menjalankan amanah tersebut menyampaikan, santri dalam kebangsaan telah membuktikan telah membela negara. Sarasehan Kebangsaan di pesantren merupakan merefresh kembali untuk kolobarasi makna kebangsaan lebih luas.

survey dan pendeteksi sumber air

Di pesantren diajarkan Figh Wathonah. Figh Wathonah sebagai upaya untuk menegaskan sikap para santri dalam bela negara. Lebih penting adalah di pesantren ada do’a kyai untuk bangsa setiap saat.

“Kita semua tinggal mengamini do’a-do’a para kyai kasepuhan pesantren yang do’anya tiada hijab,” tegas KH. DR. Mujab.

Sarasehan Kebangsaan mendatangkan narasumber Letjend (Purn) TNI H. Agus Sutomo dan Marsda (Purn) TNI H. Bambang Eko.

Dalam kesempatan Sarasehan Kebangsaan tersebut H. Agus Sutomo monggo memaparkan,  Mewujudkan menjaga negara maka semua harus untuk kesatuan NKRI. Sebelum Indonesia merdeka di Sumatera ada kerajaan besar dan maju yaitu Sriwijaya. Karena konflik internal kerajaan tersebut habis dan punah. Setelah itu disusul oleh Kerajaan Majapahit yang wilayah hingga Vietnam. Tapi juga hancur dan habis. Setelah ada pihak asing datang yang mengaku saudara.

BACA JUGA :  Idul Adha 1441H/2020 M, Kades Asmuri Ajak Warga Desa Gunung Ronggo Teladani Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As

Namun setelah tahu potensi alam Indonesia, mereka seperti siang berbulu domba. Para pejuang disiksa dan dibunuh. Baru setelah itu ada gerakan pemuda untuk berjuang dengan cara mendirikan taman siswa. Tokoh utama Ki Hajar Dewantoro mendidik generasi.

Para generasi yang terdidik bersama dan membuat siasa. Mereka membangun kekuatan untuk persiapan kemerdekaan. Lamanya selama 20 tahun dalam penyiapan kemerdekaan. Setelah ada kekuatan mereka berkumpul di Jakarta untuk bersumpah. Yaitu Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober tahun 1928.

Mereka bersepakat berjuang bersama. Salah satu senjata yang digunakan untuk berjuang adalah bambu runcing. Mereka bersepakat untuk meneriakkan “Allohu Akbar” setiap pergerakkan perjuangan. Semangat membara dengan niat ibadah karena Alloh Ta’ala mereka merebut kemerdekaan.

Dan perlu dicatat saat itu belum ada tentara. Mereka sepakat merdeka Indonesia adalah pada Jum’at Kliwon, 17 Agustus 1945 dipekikkan kemerdekaan. Sejarah nyata harus disepakati bahwa bersatu itu kekuatan untuk menjaga kedaulatan negara.

Pada tahun 1926 hadir dari pesantren yaitu KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Abdul Halim menyatukan para masyayich, ulama, kyai dan cendekia untuk berjuang. Para tokoh agama tersebut bersama para pemuda untuk berjuang dengan para pemuda untuk persiapan kemerdekaan Indonesia. Bermodal rukun, guyub, dan tentram untuk mencapai kemerdekaan,” tegas Agus Sutomo.

Mayor Jendral (Purn) TNI Ishac Markus sebagai narasumber kedua menegaskan memilih pemimpin itu itu harus yang FAST yaitu bersikap dan memiliki karakter Fathonah, Amanah, Shidiq dan Tabligh. Inilah yang dipilih.

“Rakyat Indonesia wajib memilih pemimpin. Pemimpin yang dipilih harus memikili kriteria. Kriteria tersebut telah ada dalam ajaran agama, yaitu FAST. Pemimpin harus fathonah, amanah, shidiq dan tabligh,”tutur Markus.

 

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Progres Pembangunan Spam Kaligoro Untuk Melayani Masyarakat di Dua Kecamatan

Malang, harian-news.com - Tujuan utama pembangunan spam kaligoro, adalah untuk menangani daerah rawan air khususnya di kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pembangunan SPAM Kaligoro...

Jalur Rajekwesi Kalipare – Donomulyo Malang Longsor, Pemkab Malang Berrgerak Cepat.

Malang, Harian-news.com - Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa tempat, yang salah satunya di Rajekwesi Desa Tumpakrejo...

Rapat Pleno Rekapitulasi Sementara Pemilu Kabupaten Tulungagung Berjalan Mulus

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung melaksanakan rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara ditingkat Kabupaten di Hotel Lojikka Tulungagung pada...

Pameran Kreatif SMK Negeri 1 Buduran: Sembagi Arutala Fashion 2024

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com – Siswa-siswi SMK Negeri 1 Buduran kelas XIII tahun 2024 menggelar pameran bertajuk Sembagi Arutala SK1B Fashion Weekend pada (25/2/2024) malam di...

Siswa SMP Negeri 1 Ngunut , Tulungagung Sukses di G-Olimpiade Nasional 2024

TULUNGAGUNG, Harian- NEWS.com - Sebanyak 37 Siswa SMP N 1 Ngunut mengikuti kegiatan Ratu G-Olympiad yang diadakan pada hari Minggu tanggal 4 Februari 2024...

Didukung Kementerian PAN RB, Inovasi Kopi Pahit Siap Diaplikasikan Keseluruh Puskesmas Sidoarjo

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Kemenpan RB berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo. Mereka ingin melihat sejauh mana instansi pemerintah...

Khotaman Kitab Dan Ijazahan Bersama Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Al Azhar Mesir

Tulungagung, harian-news.com - Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung pada Ahad (25/02/2024) akan menghadirkan guru besar Universitas Al Azhar Mesir yaitu Prof. Dr. Muhammad Ibrahim...

7.384 Personil Gabungan Dikerahkan untuk Mengamankan Pemilu di Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj. Bupati Tulungagung, Heru Suseno, turut serta dalam Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Tahap Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024 pada Selasa (13/2/2024)...

Lantik Plh. Sekda Tulungagung, Heru Suseno: Proses Sudah Sesuai Ketentuan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, melantik Tri Hariadi sebagai Plh. Sekda Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Senin (12/2/2024)...

Pj Bupati Tulungagung Tinjau Pendistribusian Logistik Pemilu di 3 Kecamatan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno meninjau persiapan pendistribusian logistik Pemilu di 3 kecamatan pada Senin (12/2/2024), sekitar pukul 09.30 WIB. Kunjungan ini...

Mempersiapkan Diri Beribadah Di Bulan Damai

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah usai pencoblosan. Dalam proses penghitungan akan memasuki Bulan Romadhon. Bulan yang penuh keistimewaan. Yaitu bulan damai. Tokoh agama...

Pemilu Wujudkan Persatuan Bangsa Indonesia

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah dilakukan tahap pencoblosan dan hari ini sudah penghitungan data secara real count. Semakin hari paska pemilu semakin panas...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING