160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Tekad SMKN 1 Rejotangan, Tulungagung, Wujudkan Pelajar Pancasila Jadi Agen Perubahan

Karya siwa SMKN 1 Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur
Kehadiran Dr. Solikin, S.Pd Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tulungagung, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Bisnis Pariwisata S, Sawangan Bogor

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur sukses menggelar kegiatan Roots Day dan Pentas Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja  (P 5 BK ), Senin, (11/10/21) di area sekolah tersebut.

Kegiatan tersebut dalam rangka SMKN 1 Rejotangan bertekad menciptakan Sekolah Anti Perundungan / bullying.

Acara ini dikuti oleh siswa – siswa terlihat dan berprestasi di SMKN 1 Rejotangan. Ini merupakan langkah awal dalam melaksanakan pengembangan kurikulum SMK sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasional.

Acara pagi ini dihadiri Dr. Solikin, S.Pd Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tulungagung, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

750 x 100 AD PLACEMENT

, Pengawas, Pembina SMK dan Pendamping perguruan Tinggi dan Balai Besar Bisnis Pariwisata S, Sawangan Bogor.

 Acara akan langsung dilaporkan ke kementerian pendidikan dalam hal ini Dirjen Vokasi.

Kepala SMKN 1 Rejotangan Masrur Hanafi melalui Waka Humas Sodikin menjelaskan, kesiapan sesuai amanah Dirjen Vokasional bahwa magang atau praktik kerja industri (prakerin) minimal satu semester atau lebih, terdapat mata pelajaran project base learning dan ide kreatif kewirausahaan selama 3 semester.

Dalam acara tersebut juga dilakukan Launching paradigma baru kurikulum 2021, dengan ciri utama mewujudkan Pelajar  Pancasila, maksudnya adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

750 x 100 AD PLACEMENT

“ Enam ciri utama Pejlajar Pancasila; beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” kata Sodikin.

Masih kata Sodikin, kedepannya SMKN 1 Rejotangan, sebagai pusat keunggulan tidak boleh ada Bullying terjadi di institusi pendidikan. Pendidikan harus ramah anak, pusat edukasi, pusat inovasi dan kegiatan positif lain untuk pengembangan anak sebagai agen perubahan pelajar pancasila.

“Perbedaan adalah khazanah bangsa bukan dipertentangkan,” kata Sodikin. (Agp/red)

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !