160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Simfoni Usia 52 SMABOY: Dari Kematangan Institusi Menuju Harmoni Inovasi dan Kepedulian Sosial

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — SMAN 1 Boyolangu (SMABOY) menapaki usia ke-52 tahun bukan sekadar sebagai penanda perjalanan waktu, melainkan refleksi kematangan institusi yang terus bergerak seirama dengan inovasi pendidikan dan kepedulian sosial.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 digelar khidmat di halaman sekolah, Senin (3/2/2026), dengan dihadiri jajaran kepala SMA se-Kabupaten Tulungagung, tokoh pendidikan, serta alumni lintas generasi.

Simfoni

Momentum ini turut dihadiri alumni SMAN 1 Boyolangu yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, yang hadir memberikan inspirasi dan motivasi kepada siswa melalui sesi berbagi pengalaman dan perjalanan pengabdian.

Kepala SMAN 1 Boyolangu, Subagas, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 52 tahun merupakan fase kedewasaan lembaga pendidikan yang menuntut tanggung jawab lebih besar dalam menghadirkan layanan pembelajaran berkualitas, relevan, dan berdampak nyata bagi peserta didik.
“Usia 52 tahun adalah fase kematangan. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk terus memperdalam mutu pendidikan dan membekali siswa dengan pengalaman belajar yang bermakna,” ujar Subagas.

750 x 100 AD PLACEMENT

Salah satu capaian strategis yang disoroti dalam peringatan HUT ke-52 ini adalah terobosan akademik SMABOY sebagai pelopor penerapan Project Inquiry Kolaborasi di Kabupaten Tulungagung. Model ini diterapkan sebagai bentuk ujian praktik siswa kelas XII, menggantikan pola evaluasi konvensional yang selama ini digunakan.

Melalui pendekatan tersebut, siswa ditantang menghasilkan karya kolaboratif lintas mata pelajaran, mulai dari PPKn, Sosiologi, Sejarah, hingga Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa. Penilaian dilakukan secara komprehensif, tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kerja sama tim.
“Ini bukan sekadar ujian, tetapi unjuk karya dan pembuktian kompetensi siswa secara nyata,” tegas Subagas.

Peringatan HUT ke-52 SMAN 1 Boyolangu juga dirancang sarat nilai sosial. Rangkaian kegiatan meliputi upacara peringatan, pemotongan tumpeng          sebagai ungkapan syukur, hingga jalan sehat yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Puncaknya, SMABOY menggelar program “Go Social”, sebuah aksi bakti sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu serta siswa di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini menegaskan peran SMAN 1 Boyolangu sebagai institusi pendidikan yang tumbuh dan bergerak bersama masyarakat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kehadiran para alumni sukses menjadi magnet tersendiri, terutama melalui sesi talk show yang membuka cakrawala siswa tentang perjalanan karier dan pengabdian. Meski salah satu narasumber, Prof. Khusnul Khotimah, berhalangan hadir karena tugas negara, semangat berbagi tetap terasa kuat dalam rangkaian acara.

Di akhir sambutannya, Subagas menyampaikan penghormatan kepada para guru dan staf purna tugas yang telah meletakkan fondasi kuat bagi SMAN 1 Boyolangu.

Talk Show bersama dr. Kazil Rahmad

Ia menegaskan bahwa capaian sekolah hari ini merupakan hasil estafet panjang dedikasi dan pengabdian para pendahulu.
“Kami mohon doa restu agar kami yang masih aktif dapat melanjutkan estafet perjuangan ini dengan baik, hingga kelak menyelesaikan tugas sebagaimana para senior kami,” ucapnya.

Mengusung tema “Simfoni 52: Membangun Karya Mengukir Cerita”, peringatan HUT ini juga menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi siswa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Filosofi learning by doing diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti SBF, talk show, 4G, SSO, hingga Mind Challenge.
“Pengalaman langsung akan melekat seumur hidup. Anak-anak belajar mengelola organisasi, bekerja sama, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” jelas Subagas.

Memasuki usia ke-52, SMAN 1 Boyolangu dinilai telah mencapai kematangan prestasi. Sekolah ini konsisten mengharumkan nama Kabupaten Tulungagung melalui capaian akademik, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), serta prestasi non-akademik di bidang seni, olahraga, dan ajang SMA Awards.

Selaras dengan slogan “Humanity in Harmony, Excellence in Action”, Subagas berharap budaya saling menghargai antar generasi di lingkungan sekolah terus terjaga.

Menurutnya, harmoni kemanusiaan menjadi pondasi penting dalam membangun kepercayaan diri dan prestasi siswa.
“Dengan proses pendidikan yang matang dan terencana, prestasi akan lahir secara alami dari tangan-tangan kreatif siswa SMABOY,” pungkasnya.

Jurnalis: Pandhu/rif

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !