

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS. com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mencairkan Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa untuk periode Januari, Februari, dan Maret 2026 pada Kamis (12/3/2026).
Pencairan siltap selama tiga bulan sekaligus tersebut menjadi angin segar bagi para perangkat desa, mulai dari kepala dusun, sekretaris desa hingga perangkat lainnya yang selama beberapa waktu menunggu kepastian pencairan hak mereka.
Sejak pagi hari, informasi pencairan dana ini cepat menyebar di kalangan perangkat desa. Sejumlah perangkat bahkan langsung memastikan saldo rekening mereka setelah mendapat kabar bahwa dana siltap telah mulai ditransfer.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Dwi Hary Subagyo menyampaikan, bahwa siltap merupakan bagian penting dalam mendukung kinerja perangkat desa.
“Bagi perangkat desa, siltap bukan sekadar penghasilan rutin, tetapi juga penopang kebutuhan keluarga sekaligus menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari dalam melayani masyarakat desa,” ujarnya.
Dwi Hary juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus memastikan hak-hak perangkat desa dapat terpenuhi. Dengan mulai dicairkannya siltap Januari hingga Maret 2026 ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja perangkat desa dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.
Ia menambahkan, pencairan siltap juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa. Pasalnya, perangkat desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan publik di tengah masyarakat.
Sejumlah perangkat desa di Tulungagung mengaku lega dengan pencairan tersebut. Mereka berharap ke depan proses penyaluran siltap dapat berjalan lebih lancar dan tepat waktu sehingga tidak lagi terjadi keterlambatan.
Dengan cairnya siltap untuk tiga bulan pertama tahun 2026 ini, perangkat desa di Tulungagung diharapkan semakin fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan desa yang sedang berjalan.
Jurnalis : Ed/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !