

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Suasana religius sekaligus meriah menyelimuti halaman Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Kamis malam (12/3/2026).
Ratusan masyarakat memadati lokasi saat digelar Grand Final Lomba Hadrah Al Habsyi dalam rangkaian Ramadhan Fest 2026 yang juga dipadukan dengan peringatan Nuzulul Quran.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung penuh semangat. Lantunan sholawat dari grup-grup hadrah finalis menggema di halaman kantor partai berlambang pohon beringin itu, menciptakan nuansa Ramadhan yang khidmat sekaligus semarak.
Grand final ini merupakan puncak dari rangkaian Festival Sholawat Al Habsyi se-Kabupaten Tulungagung yang sebelumnya telah melalui tahap seleksi. Sebanyak 10 grup hadrah terbaik dari berbagai kecamatan berhasil melaju ke babak final.

Adapun grup yang tampil di babak puncak antara lain Al Fariqh (Boyolangu), Azifatil Azifah (Kauman), Santri Idaman (Gondang), Khubbhul Musthofa (Kalidawir), Az Zahra (Rejotangan), Nisa’ul Jannah (Sumbergempol), Al Assalam (Ngantru), AH Group (Kalidawir), Syafa’atul Ummam (Sumbergempol), dan Asyifa Nada (Boyolangu).
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Islam melalui lantunan sholawat, sekaligus ruang silaturahmi masyarakat yang hadir menyaksikan secara langsung.
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, S.Hum., M.KP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan selama 19 hari penuh.
Ia secara khusus meminta hadirin memberikan tepuk tangan kepada Mas Deka Latu Baskoro selaku Ketua Panitia Ramadhan Fest 2026.
Menurut Jairi, penyelenggaraan festival kali ini menghadirkan inovasi baru, yakni proses seleksi lomba dilakukan secara online, sementara babak grand final dilaksanakan secara offline.
“Format ini mempermudah peserta sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujarnya di hadapan peserta dan masyarakat yang hadir.
Jairi menegaskan, lomba hadrah dalam Ramadhan Fest 2026 memiliki arti penting bagi Golkar Tulungagung. Pasalnya, kegiatan serupa baru kembali digelar setelah sekitar 15 tahun vakum.
Menurutnya, momentum ini menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antara partai politik dan masyarakat.
“Kami ingin Golkar Tulungagung menjadi rumah masyarakat. Tempat di mana warga bisa datang, menyampaikan keluh kesah, dan bersama-sama mencari solusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jairi juga menyampaikan pesan tegas kepada kader internal Golkar. Ia mengkritik gaya politik lama yang hanya mengandalkan popularitas melalui baliho tanpa turun langsung ke masyarakat.

Dengan lugas ia menyatakan masyarakat tidak perlu memilih calon yang hanya muncul di baliho tetapi tidak pernah hadir di tengah warga.
“Kalau ada caleg atau pengurus Golkar yang hanya pasang baliho tapi tidak pernah turun ke masyarakat, tidak usah dipilih,” ujarnya tegas. Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Lebih jauh Jairi menjelaskan, Ramadhan Fest 2026 tidak hanya menghadirkan lomba hadrah. Selama festival berlangsung, Golkar juga menggelar berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Beberapa di antaranya kelas tata rias, kelas memasak, kurasi produk UMKM, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat umum.
“Golkar tidak hanya bicara politik, tetapi juga ingin hadir dalam kehidupan sosial masyarakat,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Jairi menegaskan komitmen Golkar sebagai partai nasionalis yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Ia berharap kegiatan hadrah ini dapat terus berkembang dan tahun depan bisa digelar dengan skala yang lebih besar.
“InsyaAllah tahun 2027 nanti bisa kita buat lebih besar, tidak hanya se-Tulungagung, tetapi se-Karesidenan Kediri bahkan se-Mataraman,” katanya optimistis.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya acara, di antaranya Bank Mandiri dan Bank UMKM, serta sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan berakhirnya rangkaian Ramadhan Fest 2026, Golkar Tulungagung berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat nilai religius, budaya Islam, serta kebersamaan masyarakat di bulan suci Ramadhan.
Jurnalis : Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !