160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Efektivitas Belajar Siswa SMAN 1 Boyolangu

MBG siap

Dukung Program MBG : Subagas, Kepala SMA Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa SMAN 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Program tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas proses belajar sekaligus menjaga kesehatan peserta didik.

Kepala SMAN 1 Boyolangu, Subagas, S.Pd., mengatakan kehadiran MBG memberikan dampak positif terhadap kesiapan mental dan fisik siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal itu ia sampaikan saat ditemui Harian News, Kamis (15/1/2026), di lingkungan sekolah setempat.
“Proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien karena siswa tidak lagi terbebani harus menyiapkan makan siang sendiri. Mereka langsung menerima dan menikmati makan siang di sekolah. Selain itu, program ini juga membantu menghemat biaya makan bagi keluarga,” ujar Subagas.

750 x 100 AD PLACEMENT
Petugas MBG sedang mengirim MBG di SMA Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung , Jawa Timur.

Ia menambahkan, terpenuhinya kebutuhan gizi siswa turut meminimalkan potensi gangguan kesehatan selama kegiatan belajar berlangsung.
“Dengan adanya MBG, pembelajaran di sekolah diharapkan berjalan lebih baik dan tidak muncul kendala yang berkaitan dengan kesehatan anak-anak,” katanya.

Subagas menjelaskan, seluruh siswa SMAN 1 Boyolangu menjadi penerima manfaat program MBG tanpa terkecuali. Total terdapat 1.361 siswa yang setiap hari sekolah menerima jatah makan bergizi.
“Semua siswa menerima MBG. Jumlahnya 1.361 anak,” jelasnya.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan pemerataan manfaat program serta menghindari kecemburuan sosial di lingkungan sekolah.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, pihak sekolah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan, monitoring, dan pendistribusian MBG. Tim tersebut bekerja berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah.
“Sudah ada tim yang bertugas mulai dari pengawasan hingga pendistribusian. Mekanismenya jelas dan berjalan,” kata Subagas.

Ia menegaskan, pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari pengecekan makanan, pendistribusian kepada siswa, hingga pengembalian wadah makanan.
“Di lapangan bisa dilihat langsung. Ada petugas yang menerima, mengecek, mendistribusikan, sampai mengembalikan wadah. Semua ada tanggung jawabnya,” imbuhnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam menjaga kualitas, kebersihan, dan nilai gizi makanan, sekolah melakukan pengecekan sejak sebelum MBG dibagikan. Informasi menu dan kandungan gizi disampaikan lebih dulu oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui grup komunikasi resmi.
“Data awal sudah diberikan, mulai dari menu hingga kandungan gizinya. Saat makanan datang, kami cocokkan dengan perencanaan. Bahkan secara acak kami cek isi makanannya,” jelas Subagas.

Program MBG di SMAN 1 Boyolangu telah berjalan sejak November 2025. Hingga kini, pihak sekolah menyebut belum menerima laporan keluhan serius dari siswa. Meski demikian, mekanisme penanganan tetap disiapkan apabila ditemukan permasalahan.
“Jika ada keluhan, siswa wajib melapor. Kami inventarisasi dan langsung menyampaikan ke pihak SPPG. Alhamdulillah sejauh ini belum ada masalah,” tuturnya.

Ia menegaskan komitmen sekolah untuk mendukung keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari kebijakan nasional.
“Semoga program ini terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik,” ucapnya.

Ke depan, Subagas berharap pemerintah semakin memperhatikan aspek teknis, khususnya penyesuaian porsi makanan berdasarkan jenjang pendidikan.
“Kebutuhan gizi anak SD, SMP, dan SMA tentu berbeda. Porsi dan kuantitasnya perlu disesuaikan, karena kebutuhan anak SMA lebih besar,” pungkasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT
Subagas, Kepala SMA Negeri 1 Biyolangu

 

Program MBG di SMAN 1 Boyolangu diharapkan dapat menjadi contoh implementasi kebijakan nasional di tingkat satuan pendidikan, guna mendukung terwujudnya generasi yang sehat, fokus belajar, dan berdaya saing.

Jurnalis: Pandhu/AG

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !