Muhadi, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Tulungagung, Jawa Timur.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tulungagung menyoroti rendahnya kesejahteraan lebih dari 600 guru PPPK Paruh Waktu yang saat ini menerima gaji sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per bulan.
Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi, M.Pd., mengatakan kondisi tersebut memprihatinkan karena tidak sebanding dengan beban tugas guru sebagai pendidik. Bahkan, gaji yang diterima masih dipotong Iuran Wajib Pegawai (IWP).
Selain persoalan gaji, PGRI juga menyoroti penataan guru PPPK yang dinilai berdampak pada berkurangnya jam mengajar sejumlah guru. Kondisi itu berpotensi menghilangkan hak mereka untuk memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG).
“Pemerataan penempatan guru perlu segera dilakukan agar hak-hak guru tetap terpenuhi dan mereka dapat memenuhi syarat jam mengajar,” ujar Muhadi, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, kesejahteraan guru yang rendah juga berdampak pada menurunnya minat generasi muda untuk berprofesi sebagai guru. Karena itu, PGRI telah melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan, BKPSDM, BPKAD, DPRD, hingga Plt Bupati Tulungagung guna mencari solusi.
Hasilnya, pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk membenahi sistem jam mengajar dan membahas kemungkinan penambahan gaji bagi guru PPPK Paruh Waktu.
Muhadi menegaskan PGRI akan terus mengawal realisasi komitmen tersebut demi meningkatkan kesejahteraan guru dan menjaga kualitas pendidikan di masa depan.
Jurnalis : Pandhu













