Delegasi Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia berfoto bersama jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung pada momen pembukaan acara ECHO 2026.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia menggelar program Exchange of Culture, Heritage, and Origins (ECHO) 2026 di Auditorium UBhi, Senin (1/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada mahasiswa dari kedua negara.
Rektor UBhi, Dr. Imam Sujono, S.Pd., M.M., mengatakan internasionalisasi merupakan kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di era global. Namun demikian, keterbukaan terhadap dunia internasional harus tetap diimbangi dengan penguatan identitas dan nilai-nilai budaya bangsa.
“Perguruan tinggi modern tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan akademik dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Imam menjelaskan, transformasi UBhi dari STKIP PGRI menjadi universitas pada 2020 menjadi momentum untuk memperluas jaringan kerja sama global, termasuk dengan institusi pendidikan di Malaysia.

Ketua YPLP PT PGRI Tulungagung, Drs. H. Lukman Sumadji, M.M., menyampaikan bahwa hubungan antara UBhi dan mitra pendidikan di Malaysia telah terjalin sejak 2013. Melalui ECHO 2026, kerja sama tersebut diperkuat melalui pendekatan budaya dan pengenalan kearifan lokal.
Sementara itu, Vice Provost Student Affairs UTP Malaysia, Mr. Saravanan Muthiah, mengapresiasi penyelenggaraan ECHO 2026. Menurutnya, pertukaran budaya menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah perkembangan teknologi.
Ia juga menilai keterlibatan mahasiswa UBhi dalam berbagai program pengabdian masyarakat menjadi nilai tambah yang patut dipelajari oleh mahasiswa UTP.
Melalui ECHO 2026, UBhi dan UTP Malaysia berharap dapat memperkuat hubungan akademik, memperluas wawasan budaya mahasiswa, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.
Jurnalis : Pandhu














