160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Peringati HUT RI ke-77, Bupati Hafidz: Jangan Sesekali Melupakan Sejarah

REMBANG, HARIAN-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Alun-alun Rembang, Rabu (17/08/2022).

Upacara kemerdekaan RI ini dimulai pukul 07.00 hingga 08. 15 WIB dengan diikuti semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), anggota Kodim 0720 Rembang, anggota Polres Rembang, pejuang veteran RI, 76 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), dan marching band.

Peringatan RI ke-77 di Kabupaten Rembang berjalan dengan khidmat dengan inspektur upacara Bupati Rembang Abdul Hafidz dan acara bertajuk “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”.

Bupati Rembang menyampaikan amanatnya perihal sejarah bangsa Indonesia dan tokoh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dia menjelaskan bangsa Indonesia didirikan semua tokoh masyarakat yang berbeda-beda ras, suku, agama dan golongan. Sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari tokoh pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia yang dengan gigih membela Tanah Air tercinta yaitu Indonesia

“Bangsa Indonesia ini didirikan di hadapan kalian semua bukan hanya kemerdekaan yang diproklamasikan. Sejarah ini dilanjutkan. Banyak melibatkan banyak tokoh berbagai suku, berbagai ras, agama, dan golongan,” kata Hafidz saat amanat pagi ini, Rabu (17/08/2022).

Seperti halnya para pejuang kemerdekaan RI dari Bung Karno, Bung Hatta, Abdul Muis, KH. Agus Salim, KH Abdul Wahid Hasyim, KH. Mas Mansyur, RA Kartini, RA Maria Ulfah, dan masih banyak tokoh yang terlibat yang berbeda ras, suku dan agama.

Sehingga, keberagaman yang berbeda-beda dari para pejuang kemerdekaan RI ini mempunyai tujuan sama yaitu bermaksud memerdekakan bangsa Indonesia. Para pejuang kemerdekaan RI bersatu menciptakan Bhineka Tunggal Ika.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Apakah mereka sepaham? Tidak semua mereka dengan pemikiran masing-masing. namun untuk memerdekakan sebuah negara bangsa Indonesia. Semua akhirnya melebur, membantu, mengatakan tidak ada lagi namanya Islam, Kristen, Hindu ,Budha Konghucu, Jawa, Sunda, Maluku, Kalimantan dan Madura yang ada cuma satu Indonesia,” ungkap Hafidz.

Dirinya mengungkapkan tanpa perjuangan pahlawan kemerdekaan RI, bangsa Indonesia tidak akan seperti ini.

Dan ia berpesan kepada semua tokoh masyarakat supaya tidak melupakan sejarah bangsa Indonesia. Dengan mengembangkan potensi diri dan menggapai impian untuk masa depan bangsa.

“Jangan sesekali melupakan sejarah. Sejarah adalah tauladan kita. Bahwa besar untuk kita merumuskan dan menentukan sikap sekaligus mengembangkan cita untuk masa depan negara,” terangnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !