Sabtu, 18 Mei 2024

Pegiat Lingkungan Blitar Adukan Kerusakan Hutan ke Komisi IV DPR RI dan Media

Pegiat Lingkungan Blitar Adukan Kerusakan Hutan pada Komisi IV DPR RI dan Pijar Nusantara

BLITAR (HARIAN-NEWS.COM) – Organisasi pecinta lingkungan Blitar mengadukan pada Komisi IV DPR RI dan melakukan konferensi pers pada awak media  tentang temuan maraknya kerusakan hutan akibat pencurian kayu jati dan pengalihan fungsi lahan hutan untuk dijadikan kebun tebu.

Hal tersebut, disampaikan oleh Agus Budi Sulistyo ketua Perkumpulan Karya Cipta Abisatya (PKCA) kepada beberapa awak media yang tergabung dalam organisasi Persahabatan Insan Jurnalis Nusantara (Pijar Nusantara) terkait beberapa persoalan yang ditemukan di kawasan hutan produksi Kabupaten Blitar.

Agus Budi Sulistyo Ketua Perkumpulan Karya Cipta Adisatya, Kabupaten Blitar

Kerusakan Hutan Produksi di wilayah Blitar menjadi perhatian serius pegiat lingkungan hidup. Bagaimana tidak, dampak kerusakan dan alih fungsi lahan yang ditimbulkan sudah mencapai pada tingkat memprihatinkan bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Dari temuan mereka seperti yang dituliskan pada suratnya ber-nomor 07/PKCA/Blt/2020, kepada Balai GAKKUM KLHK Wilayah Jabalnursa didapatkan maraknya aksi pencurian kayu jati yang mana hal ini meninggalkan dampak sangat luar biasa, serta kerusakan yang ditimbulkan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup Bangsa dan Negara. Kerusakan kehidupan sosial budaya dan lingkungan hidup, peningkatan pemanasan global dan merusak sumber mata air.

survey dan pendeteksi sumber air

“Kami sebagai masyarakat pecinta lingkungan Karya Cipta Abisatya ikut berperan serta memberikan informasi adanya pencurian kayu. Sesuai dengan UU RI Nomor 18 tahun 2013 yang tercantum pada BAB VI Peran Serta Masyarakat pasal 58 ayat (2)b berbunyi masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dalam mencari, memperoleh, dan memberikan informasi adanya dugaan terjadi perusakan hutan dan penyalahgunaan ijin kepada penegak hukum,” ujarnya.

Selain itu menurut Tyo, panggilan sapaannya, menjelaskan bahwa didalam keputusan Direksi nomor 934/Kpts/ Dir/ 2016 pasal 5 ayat (3) berbunyi, penentuan lokasi harus mempertahankan keberadaan dan kelestarian kelas perusahaan jati, pinus, damar, mahoni, sonokeling, kayu putih dan sengon. “Tetapi di dalam kenyataannya dengan adanya tanaman tebu justru tanaman kehutanannya dimatikan,” terangnya.

Juga didalam pasal 6 ayat (2) berbunyi, pola tanam – tanaman Kehutanan jumlah tanaman kehutanan perhektar rata-rata dalam satu petak minimal 400 pohon. “Namun didalam kenyataannya tanaman kehutanan yang ada justru dimatikan dengan cara di teres dan bekas luka teresan diberi obat rumput,” tuturnya

Ditambahkan, dalam pasal 6 ayat (3) berbunyi, pola tanam – tanaman kehutanan dalam satu unit manajemen petak, terdapat kelas hutan Produktif untuk dipertahankan sebagai tanaman kehutanan pada pola agroforestri tebu.

BACA JUGA :  Laporan Kerusakan Hutan, Disrepon KPH Blitar dengan Hearing bersama Pegiat Lingkungan, Mahasiswa dan Jurnalis

Selain kasus pencurian kayu, juga ada pengalihan fungsi lahan dalam hal ini tanaman tebu mulai dari Desa Sumberoto, Ngeni, Gondanglegi, Sumbersih, Rejoso, Kahulon, Kalipare, dan wilayah Tulungagung.

Lebih lanjut ketua PKCA memaparkan bahwa pihak Komisi IV DPR RI sudah melayangkan balasan surat atas pengaduan pegiat lingkungan pada tanggal 15 juni 2020 dengan nomor DA/6485/SETJEN DPR RI/HK.02/08/2020, yang ditanda tangani atas nama Sekretaris Jendral Deputi Bidang Adminstrasi u.b Kepala Biro Hukum dan Pengaduan Masyarakat, Juliasih, SH. MH.

Isi surat tersebut berbunyi bahwa surat saudara tertanggal 30 Maret 2020 yang ditujukan kepada Pimpinan Komisi IV DPR RI, perihal perusakan hutan untuk perluasan lahan tebu, telah kami terima dengan baik.

Sementara itu, Agung Budiyono selaku bagian Humas Perum Perhutani  KPH Blitar menerima 5 Jurnalis dari Media yang tergabung dalam Pijar Nusantara diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Pertemuan ini merupakan konfirmasi terkait data yang masuk ke redaksi terkait keluhan pengrusakan hutan, pengalihan fugsi lahan di kawasan hutan produksi yang bernaung di Perum Perhutani. Dalam tanggapannya Agung berharap apa yang dikeluhkan dari pegiat lingkungan dapat diselesaikan dengan baik.

Dia mengatakan, disana itu ada 2 wilayah BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan), wilayah Lodoyo Barat dan wilayah Lodoyo Timur, penanganan tanaman tebu dari Kepala Divisi Regional Jawa Timur, dan untuk payung hukumnya P 81  ketahanan pangan, jadi memang tebu ini nanti akan dikemas dengan pola kerjasama. Karena sampai sekarang kalau kenyataannya tebu ribuan hektar sampai sekarang Perhutani  tidak ada pemasukan sama sekali, itu illegal.

“Pada waktu kegiatan sarasehan dengan Bupati ditingkat birokrasi kita sinergi antara Perhutani Polres dan Pemerintah Kabupaten, tidak mungkin warga semua banyak dikasuskan, illegal itu. Makanya langkah-langkah sosial konflik bertahap dipilah-pilah mana yang ringan, sedang, dan berat ini sudah dipetakan, jadi kasus ini kalau di perhutani kasus tenorial, databasenya disitu sudah zona merah, Direksi Perhutani sudah tahu,” jelas Agung.

Agung juga menanggapi bahwa persoalan yang dikeluhkan pegiat lingkungan itu Perhutani sendiri tidak mampu untuk menyelesaikan tanpa keterlibatan dari pemerintah desa.

Harapannya nanti ada solusi yang bisa menjadi penyelesaian terkait pengrusakan hutan di kawasan produksi Perhutani. Terkait apa yang sudah dilakukan oleh pegiat lingkungan hidup dalam bentuk laporan ke Lembaga terkait dan juga ke media, Agung sudah menginventarisir persoalannya dan akan ditindak lanjuti oleh bidang terkait di Perhutani. (Pra/red)

 

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Giat Pelayanan KB Gratis Implan dan IUD di Puskesmas Pagerwojo Sukses

Giat Pelayanan KB Gratis Implan dan IUD di Puskesmas Pagerwojo Sukses TULUNGAGUNG HARIAN- NEWS.com - Pada hari Selasa, tanggal 14 Mei 2024, Puskesmas Pagerwojo, Tulungagung,...

Milad ke-31 Pesantren Al Azhaar, Dihadiri Pj. Bupati Wujud Sinergi Dakwah dan Pendidikan

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com - Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Jawa Timur, merayakan Milad ke-31 dengan penuh syukur dan kehangatan Acara tasyakuran yang diadakan pada hari Jumat,...

Demontrasi Damai, Jurnalis Malang Raya Bersatu Menolak RUU Penyiaran

  MALANG, HARIAN-NEWS.com - Dalam sebuah demonstrasi damai yang berlangsung di depan gedung DPRD dan Balaikota Malang, para jurnalis dari Malang Raya menyatakan penolakan mereka...

Konsultasi Publik Persiapan Lahan Pembangunan SPAM Diyeng

Malang, Harian-news.com -  Setelah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro yang bertujuan untuk mengatasi kekeringan air di wilayah Malang Selatan khususnya untuk wilayah...

Mengukir Masa Depan Lingkungan: Pelantikan SAKA Kalpataru Sidoarjo 2024

SIDOARJO, HARIAN- NEWS.com - Dalam rangka memperkuat edukasi dan aksi lingkungan di kalangan pemuda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo menggelar acara Orientasi...

Kapolres Tulungagung Berangkat Haji, Doa dan Harapan Sekretaris IPHI Jatim

AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si.,   TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan doa khusus...

Seleksi Kompetensi BLUD RSUD dr. Iskak, Wujud Transparansi dan Kesempatan bagi Calon Pegawai

TULUNGAGUNG , HARIAN- NEWS.com - Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen pada Pelayanan Kesehatan Berkualitas, ada 1.173 Peserta Ikuti Seleksi PTT RSUD dr. Iskak Dalam upaya meningkatkan...

Upaya Pengendalian Inflasi 2024, Pj. Bupati Ikuti Rakor Strategis Tulungagung Secara Daring

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com - Pada hari Senin, 13 Mei 2024, sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) penting telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di...

Mbah Rahmat dan Al Azhaar Bersinergi, Buka Peluang Pendidikan PAUD dan TK Tahfidz di Ngadiluwih

KEDIRI, HARIAN- NEWS.com - Dalam langkah yang menginspirasi, Mbah H. Rahmat dari Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur mengundang Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Abah Imam...

Perda Kota Layak Anak Disahkan, Pemkot Malang Tingkatkan Perlindungan Hak Anak

MALANG, HARIAN-NEWS.com - Dalam upaya serius meningkatkan perlindungan hak-hak anak, DPRD Kota Malang telah mengesahkan Perda Kota Layak Anak. Sidang paripurna pada Selasa (14/5/2024) menjadi...

Perayaan Milad ke-31 Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Sebuah Refleksi Perjalanan dan Komitmen Khidmat Berjama’ah

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com - Pesantren Al Azhaar Tulungagung merayakan miladnya yang ke-31 dengan gelar “Al Azhaar Bersholawat”, bersama Habib Sayyidi Baraqbah dari Yogyakarta. Acara ini...

MA Sains BIK Tuban, Oasis Ilmu Pengetahuan yang Membudayakan Prestasi

TUBAN, HARIAN- NEWS.com - Di bawah naungan Kemenag Kabupaten Tuban, sebuah semai pendidikan bernama MA Sains Bina Insan Kamil (BIK) Tuban telah tumbuh, berakar...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING