PAN, Rakerda DPD PAN Tulungagung, Ketua DPW Ahmad Risky Sadiq menyerahkan amanat pada Rijal Abdullah , Ketua DPD PAN Tulungagung
TULUNGAGUNG – HARIAN-NEWS.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tulungagung mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Melalui Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) yang digelar di Tennis Indoor Rejoagung, Minggu (28/6/2026), PAN tidak sekadar melakukan konsolidasi organisasi, tetapi juga mengevaluasi hasil Pemilu sebelumnya, memasang target peningkatan kursi legislatif, serta meluncurkan strategi baru berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan Wakaf 100.000 Liter Minyak Jelantah.
Sekitar 1.500 kader, pengurus, dan relawan memenuhi arena RAKERDA. Suasana berlangsung dinamis dengan semangat kader yang terus menggema melalui yel-yel partai sebagai penanda dimulainya konsolidasi politik menuju kontestasi lima tahun mendatang.

Agenda diawali dengan pembacaan Surat Keputusan DPW PAN Jawa Timur terkait restrukturisasi kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tulungagung untuk masa bakti 2024–2029. Restrukturisasi ini menjadi langkah awal penguatan mesin partai hingga tingkat akar rumput.
Namun, fokus utama RAKERDA justru berada pada evaluasi menyeluruh terhadap hasil Pemilu sebelumnya. Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdullah, memaparkan peta perolehan suara berdasarkan daerah pemilihan sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan strategi politik ke depan.
Evaluasi tersebut tidak hanya diposisikan sebagai laporan formal, melainkan sebagai pijakan untuk merumuskan langkah yang lebih terukur dalam meningkatkan kekuatan partai pada Pemilu 2029.
Di luar strategi elektoral, PAN Tulungagung juga memperkenalkan pendekatan yang berbeda melalui Gerakan Wakaf 100.000 Liter Minyak Jelantah. Program ini mengajak masyarakat mengumpulkan minyak goreng bekas rumah tangga yang selama ini dianggap limbah untuk dikelola menjadi sumber pendanaan kegiatan sosial sekaligus mendukung kepedulian lingkungan.

Menurut Rijal Abdullah, apabila target 10.000 relawan dapat tercapai dan pengumpulan minyak jelantah berjalan rutin, program tersebut diperkirakan mampu menghasilkan dana operasional hingga sekitar Rp100 juta per bulan. Saat ini jumlah relawan PAN Tulungagung disebut telah mencapai sekitar 4.000 orang dan terus ditingkatkan.
Sementara itu, perwakilan DPP PAN, Andra Bani Sagalane, mengingatkan bahwa kekuatan partai politik tidak diukur dari banyaknya struktur organisasi, melainkan dari kemampuan hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengurus partai tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus mampu memimpin, mengayomi, melahirkan inovasi, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Di tingkat provinsi, Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig memberikan apresiasi terhadap inovasi PAN Tulungagung melalui gerakan minyak jelantah tersebut. Menurutnya, program tersebut mampu menggabungkan kepedulian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan kerja politik dalam satu gerakan nyata.
Ahmad Rizki bahkan menantang PAN Tulungagung untuk meningkatkan hasil gerakan tersebut hingga setara Rp1 miliar dalam kurun waktu satu setengah tahun atau ditargetkan tercapai pada 2028. Secara spontan ia juga menyampaikan komitmen pribadi untuk menyumbangkan dana dengan jumlah yang sama apabila target tersebut berhasil dicapai.
Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan kantor definitif DPD PAN Tulungagung.
Selain itu, Ahmad Rizki juga memperkenalkan sistem digital “Pantau Relawan” yang dirancang untuk memetakan kekuatan partai hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Melalui sistem tersebut, strategi pemenangan disebut akan berbasis data dan pengukuran yang lebih terstruktur.
RAKERDA PAN Tulungagung akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum konsolidasi internal. Forum ini menjadi titik awal kerja politik menuju Pemilu 2029 dengan target memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan relawan, meningkatkan perolehan kursi legislatif, sekaligus membangun gerakan sosial yang diklaim memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Jurnalis: Pandhu













