

Erma Susanti, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung pimpin acara Sosialisasi Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025.

PDIP Tulungagung Dorong Transformasi Organisasi, Targetkan 50 Persen Kader Muda Hadapi Pemilu 2029
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Rapat Konsolidasi Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung yang digelar di Aula Kantor DPC, Rabu (4/2/2026), menegaskan arah pembaruan partai menghadapi perubahan demografi pemilih menjelang Pemilu 2029.
Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, menekankan konsolidasi struktur organisasi menjadi langkah awal untuk menjaga daya saing partai di tengah dinamika politik nasional.
Di hadapan jajaran pengurus DPC, Ketua DPRD Tulungagung Marsono, Fraksi PDIP, serta seluruh Ketua PAC se-Kabupaten Tulungagung, Erma menegaskan penataan struktur merupakan prasyarat sebelum berbicara target kemenangan elektoral.
Erma menyampaikan, meskipun Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025 memberikan tenggat penataan struktur hingga Juli 2026, PDIP Tulungagung memilih mempercepat proses tersebut. Mengacu arahan DPD PDIP Jawa Timur, penjaringan pengurus PAC ditargetkan rampung pertengahan Februari 2026.
“Kalau kita lambat, kita akan tertinggal. Fungsi PAC dan DPC adalah penjaringan kader, bukan arena kepentingan,” ujar Erma.

Ia menginstruksikan proses penjaringan pengurus PAC dilakukan serentak pada 7–8 Februari 2026 dengan pendampingan pengurus DPC dan anggota Fraksi DPRD di masing-masing daerah pemilihan.
Dalam penataan organisasi, Erma juga menegaskan penolakan terhadap praktik pemilihan berbasis voting yang berpotensi memicu konflik internal. Ia menekankan mekanisme musyawarah mufakat sebagai landasan pengambilan keputusan partai.
“PAC dan Ranting bukan milik individu atau kelompok tertentu. Itu wajah partai,” tegasnya.
Selain konsolidasi struktural, Erma menyoroti tantangan perubahan demografi pemilih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ia menyebut sekitar 70 persen pemilih pada Pemilu 2029–2030 diperkirakan berasal dari generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha.
Menurutnya, dominasi pemilih muda menjadi tantangan serius bagi partai politik jika tidak mampu beradaptasi.
“Kalau kita kalah dalam preferensi anak muda, tentu akan berdampak pada keberlanjutan partai,” ujarnya.
Sebagai respons, PDIP Tulungagung menargetkan komposisi kepengurusan PAC hingga Ranting diisi 45–50 persen kader muda. Ia juga mendorong kader senior membuka ruang regenerasi kepemimpinan.
“Ini bukan soal suka atau tidak suka, tetapi keberlanjutan partai,” katanya.
Transformasi yang dicanangkan juga mencakup penguatan identitas partai melalui tiga fokus utama, yakni kepedulian lingkungan, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan demokrasi.
Menurut Erma, isu lingkungan menjadi salah satu pendekatan efektif untuk menjangkau generasi muda melalui kegiatan konkret seperti penanaman pohon dan aksi kebersihan sungai.
Sementara itu, peran Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) disebut sebagai bentuk kehadiran partai dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.

DPC PDIP Tulungagung juga mendorong penguatan komunikasi politik melalui strategi digital. Program ideologisasi seperti Soekarno Camp dan Leadership Camp, pengembangan podcast “Ruang Muda”, serta optimalisasi media sosial menjadi bagian dari pendekatan komunikasi kepada generasi muda.
Seluruh agenda konsolidasi dan transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat basis elektoral partai. PDIP Tulungagung menargetkan perolehan minimal 15 persen kursi DPRD pada pemilu mendatang.
Rapat konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya PDIP Tulungagung memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyesuaikan strategi politik dengan perubahan karakter pemilih di masa depan.
Jurnalis : Pandhu/ Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !