


TRENGGALEK, HARIAN-NEWS — Alun-alun Kabupaten Trenggalek kembali menjadi pusat perhatian ribuan warga. Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 resmi bergulir, Minggu (28/9/2025) malam, dan akan berlangsung hingga 4 Oktober mendatang.
Festival yang telah berusia hampir tiga dekade ini menghadirkan lebih dari 40 penampilan, mulai dari jaranan anak-anak, kelompok internasional, hingga maestro Turonggo Yakso yang menjadi ikon kesenian khas Trenggalek.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Edi Santoso, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Agus Pramono, menyebut FJTT sebagai ruang pelestarian budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Festival ini sudah berlangsung 29 kali. Tujuannya jelas, melestarikan kesenian jaranan yang menjadi identitas budaya Trenggalek,” kata Agus saat ditemui Harian News.
Samboja dan Rangkaian Acara
Mengusung tema Melestarikan, panitia menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk Samboja (Sambang Bolo Jaranan).

Agenda ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum aspirasi bagi para pelaku seni jaranan. Selain pameran properti, masyarakat juga bisa menyaksikan pertunjukan dari berbagai kategori.

Dalam festival ini terdapat dua rumpun besar: Turonggo Yakso dan non-Turonggo Yakso. Agus menjelaskan, Turonggo Yakso dianggap sebagai bentuk paling murni dari kesenian jaranan. Sementara non-Turonggo Yakso meliputi variasi seperti jaranan pegon, sente rewe, hingga jaranan Jawa.

Dampak dan Harapan
Selain menggairahkan semangat masyarakat, festival ini juga menjadi magnet pariwisata daerah. Menurut Agus, pemerintah menargetkan FJTT tak hanya bergaung secara nasional, tapi juga menembus ranah internasional.
“Kami bergerak selangkah demi selangkah ke arah itu. Apalagi bila bisa masuk ranah internasional, tentu sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendaftarkan jaranan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia,” terangnya.

Dukungan dari komunitas jaranan di Trenggalek disebut sangat solid. Bahkan pemerintah pusat memberi perhatian dengan mendorong agar FJTT masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), unggulan Kementerian Pariwisata.
Merawat Semangat Remboko
Harapan besar terucap pada malam pembukaan festival. Semangat Remboko—yang bermakna subur, tumbuh, dan berkembang—digelorakan agar kesenian jaranan semakin kuat mengakar di bumi Trenggalek, sekaligus siap melangkah menuju panggung dunia.
Jurnalis Nanang NK
Editor Tanu Metir
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !