Selasa, 5 Maret 2024

Distribusi Pupuk Subsidi di Tulungagung Kondusif

Tulungagung, harian-news.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tulungagung kondusif. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Oky , Rabu (13/9/2023) di Aula Cafe Bima, Karangwaru, Tulungagung.

 

 

Saat itu bersamaan Rapat koordinasi penyaluran pupuk subsidi di Tulungagung yang diadakan oleh Dinas Pertanian kabupaten Tulungagung.

 

survey dan pendeteksi sumber air

Turut hadir kepala dinas pertanian Suyanto  beserta staf, di acara ini perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tulungagung dan perwakilan dari Polres Tulungagung.

 

Menurut Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki yang akrab dipanggil Okki dalam rapat koordinasi ini menyampaikan salah satunya kasus yang masuk ranah hukum, dari Kejaksaan, seperti di Bima  Nusa Tenggara Barat, memang ada pupuk subsidi yang naik ke pengadilan dan saat ini ada penyelewengan yang dilakukan oleh petani, modusnya adalah ketika petani ini menerima pupuk dan ada petugas lapangan yang keliling dan menawari petani apakah masih mempunyai pupuk yang tidak terpakai dan kemudian dijual dengan iming-iming harga diatas HET dan petani dianggap cukup dan untung, hal inilah yang jadi masalah, hal ini berpotensi hukum dengan jeratan memperjual belikan pupuk subsidi.

 

Untuk kondisi pupuk di Tulungagung saat ini sesuai SK Bupati adalah sebesar 30.499 ton dan bisa diinput untuk E alokasi sebesar 27.048,51 ton artinya ada sisa alokasi yang harus dikembalikan ke negara dan memang sudah tidak ada petani  yang didata lagi untuk penyerapan pupuk.

 

Sehingga untuk tahun 2024 kedepan sudah diadakan pendataan petani.

 

Ia juga berharap, agar disampaikan pada teman teman dilapangan untuk mendata petani dengan valid sehingga kalau ada yang belum daftar agar segera didaftarkan sehingga sayang kalau seandainya ada yang tidak mendapat pupuk subsidi, apalagi sekarang ini ada laporan dari teman- teman distributor, namanya ada, alamat ada tetapi bukti fisik untuk pengambilan pupuk seperti KTP tidak ada, sehingga dari pihak distributor ataupun kios tidak berani melakukan penjualan, kalau memang sudah meninggal maka ahli warisnya bisa didaftarkan pada tahun 2024 yang akan datang dengan nama yang baru.

 

Karena subsidi ini untuk lahan, dan baru – baru ini dinas pertanian mendapat perintah dari kementerian untuk mendata kembali komoditi komoditas yang kemarin hilang, apa saja yang ada di Tulungagung,  kalau dulu 7 komoditas dan sekarang 9 komoditas, apa saja termasuk yang terbesar rumput gajah dan tembakau, tembakau itu ada 1600 hektar semua diusulkan termasuk yang kecil-kecil seperti tomat termasuk yang lainnya terserah kementerian.

BACA JUGA :  Desa Bono Tulungagung Tegar Hadapi Ancaman Pandemi Covid-19

 

Ketika ditanya terkait dengan data sensus pertanian jelas beda karena yang dipakai untuk pendataan adalah nama petani yang masuk di sistem penyuluhan pertanian, yang jadi masalah adalah ketika sudah e budgeting  sampai sekarang ada nama nama yang sudah-sudah masuk di simlutan tapi di program untuk penyaluran belum keluar, jadi hingga sekarang banyak petani yang mengeluh sampai sekarang pupuknya tidak keluar. Pupuknya siap, di gudang siap tapi kalau bukti administratif belum keluar maka kita tidak berani, sementara kita disuruh oleh kementerian dengan data MT1, Seperti yang terjadi di Pucanglaban ketikan data MT3 belum ada, karena MTnya hanya dua.

 

Saat ini dinas pertanian terus mencari formula agar pupuk dapat diterima oleh petani, khususnya untuk pupuk NPK Phonska dari alokasi sebesar 27.504 ton namun kebutuhannya 20.588,15 ton artinya masih kurang 3.464,80 ton.

 

Dan sampai akhir September ini akan dilihat berapa yang sudah tersalur dan estimasi sampai akhir tahun berapa, karena urea berlebih estimasinya sebesar 8.803.01 ton maka sisanya itu akan dikembalikan dan meminta NPK Phonska yang masih kurang jadi oper oper dengan daerah lain. Untuk Tulungagung dari sekitar 30 ribuan

.

Petani, maka masih 27 ribuan yang sudah didaftarkan sehingga sekarang ini dari awal tahun masing masing petani sudah tahu berapa pupuk yang nanti didapat, sekarang ini pengambilan pupuk tambah rumit, kalo dulu petani bisa mengambil bersama sama, maka nanti tidak bisa, petani yang datang difoto, sehingga kios harus menyediakan sekitar dengan memori yang sangat besar, jadi memanfaatkan IT.

 

Tiap bulan dinas mempunya tim validasi tiap kecamatan 2 orang yang bertugas mendata dan memverifikasi kios, jadi kalau ada yang tidak benar maka akan berurusan dengan hukum.

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Progres Pembangunan Spam Kaligoro Untuk Melayani Masyarakat di Dua Kecamatan

Malang, harian-news.com - Tujuan utama pembangunan spam kaligoro, adalah untuk menangani daerah rawan air khususnya di kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pembangunan SPAM Kaligoro...

Jalur Rajekwesi Kalipare – Donomulyo Malang Longsor, Pemkab Malang Berrgerak Cepat.

Malang, Harian-news.com - Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa tempat, yang salah satunya di Rajekwesi Desa Tumpakrejo...

Rapat Pleno Rekapitulasi Sementara Pemilu Kabupaten Tulungagung Berjalan Mulus

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung melaksanakan rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara ditingkat Kabupaten di Hotel Lojikka Tulungagung pada...

Pameran Kreatif SMK Negeri 1 Buduran: Sembagi Arutala Fashion 2024

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com – Siswa-siswi SMK Negeri 1 Buduran kelas XIII tahun 2024 menggelar pameran bertajuk Sembagi Arutala SK1B Fashion Weekend pada (25/2/2024) malam di...

Siswa SMP Negeri 1 Ngunut , Tulungagung Sukses di G-Olimpiade Nasional 2024

TULUNGAGUNG, Harian- NEWS.com - Sebanyak 37 Siswa SMP N 1 Ngunut mengikuti kegiatan Ratu G-Olympiad yang diadakan pada hari Minggu tanggal 4 Februari 2024...

Didukung Kementerian PAN RB, Inovasi Kopi Pahit Siap Diaplikasikan Keseluruh Puskesmas Sidoarjo

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Kemenpan RB berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo. Mereka ingin melihat sejauh mana instansi pemerintah...

Khotaman Kitab Dan Ijazahan Bersama Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Al Azhar Mesir

Tulungagung, harian-news.com - Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung pada Ahad (25/02/2024) akan menghadirkan guru besar Universitas Al Azhar Mesir yaitu Prof. Dr. Muhammad Ibrahim...

7.384 Personil Gabungan Dikerahkan untuk Mengamankan Pemilu di Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj. Bupati Tulungagung, Heru Suseno, turut serta dalam Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Tahap Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024 pada Selasa (13/2/2024)...

Lantik Plh. Sekda Tulungagung, Heru Suseno: Proses Sudah Sesuai Ketentuan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, melantik Tri Hariadi sebagai Plh. Sekda Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Senin (12/2/2024)...

Pj Bupati Tulungagung Tinjau Pendistribusian Logistik Pemilu di 3 Kecamatan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno meninjau persiapan pendistribusian logistik Pemilu di 3 kecamatan pada Senin (12/2/2024), sekitar pukul 09.30 WIB. Kunjungan ini...

Mempersiapkan Diri Beribadah Di Bulan Damai

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah usai pencoblosan. Dalam proses penghitungan akan memasuki Bulan Romadhon. Bulan yang penuh keistimewaan. Yaitu bulan damai. Tokoh agama...

Pemilu Wujudkan Persatuan Bangsa Indonesia

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah dilakukan tahap pencoblosan dan hari ini sudah penghitungan data secara real count. Semakin hari paska pemilu semakin panas...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING