Sabtu, 24 Februari 2024

Diduga Menjadi Pengedar Sabu, Sepasang Kekasih Asal Tulungagung Diamankan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Sepasang kekasih inisial DS (28) dan SA (26) asal Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung terlibat jual beli narkoba jenis sabu.

Tidak hanya sabu, pasangan kekasih ini ternyata juga diduga mengedarkan pil double L sehingga dipastikan sama-sama masuk penjara.

Saat ditangkap Satreskoba Polres Tulungagung, pasangan kekasih DS dan SA diketahui menyimpan lebih dari 20 gram sabu.

Polisi juga menyita barang bukti 3000 butir pil double L dari pasangan ini. Keduanya ditangkap polisi, Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 06.00 WIB di Desa Kedungwaru.

“Keduanya diduga adalah pengedar narkotika jenis sabu-sabu, dan juga obat keras berbahaya jenis pil dobel L,” terang Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori, Minggu (10/7/2022).

survey dan pendeteksi sumber air

Anshori melanjutkan, penangkapan keduanya bermula dari aktivitas jual beli narkotika di wilayah Kecamatan Kedungwaru. Polisi lalu melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.

“Dari penyelidikan diketahui ada aktivitas mencurigakan keduanya, karena diduga selama ini mengedarkan sabu dan pil double L,” sambung Anshori.

Setelah melalui pengintaian panjang, polisi menggerebek rumah yang ditempati DS. Saat itu polisi menemukan 10 paket sabu dengan berat kotor 19,04 gram.

BACA JUGA :  Bupati Maryoto : Guru Tulungagung Harus Melek Teknologi

Lalu ditemukan pula pipet dengan sisa sabu di dalamnya. Dari pipet ini terkumpul sisa sabu 1,3 gram, sehingga total berat kotor 20,34 gram. Masih di lokasi yang sama polisi menemukan 3000 butir pil double L dan uang Rp 200.000 sisa transaksi.

“Yang lain ada timbangan digital untuk menakar berat sabu, HP yang dipakai transaksi, bong alat isap sabu dan korek api,” ungkap Anshori.

DS dan SA beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Tulungagung untuk penyidikan. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan.

Penyidik Satreskoba Polres Tulungagung menjerat keduanya dengan Pasal 114 subsider pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun. Ada pidana denda juga Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar,” papar Anshori.

Selain itu keduanya dijerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena diduga mengedarkan pil double L. Sesuai UU itu, keduanya diancam dengan pidana paling lama 15 tahun, dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Khotaman Kitab Dan Ijazahan Bersama Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Al Azhar Mesir

Tulungagung, harian-news.com - Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung pada Ahad (25/02/2024) akan menghadirkan guru besar Universitas Al Azhar Mesir yaitu Prof. Dr. Muhammad Ibrahim...

7.384 Personil Gabungan Dikerahkan untuk Mengamankan Pemilu di Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj. Bupati Tulungagung, Heru Suseno, turut serta dalam Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Tahap Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024 pada Selasa (13/2/2024)...

Lantik Plh. Sekda Tulungagung, Heru Suseno: Proses Sudah Sesuai Ketentuan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, melantik Tri Hariadi sebagai Plh. Sekda Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Senin (12/2/2024)...

Pj Bupati Tulungagung Tinjau Pendistribusian Logistik Pemilu di 3 Kecamatan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno meninjau persiapan pendistribusian logistik Pemilu di 3 kecamatan pada Senin (12/2/2024), sekitar pukul 09.30 WIB. Kunjungan ini...

Mempersiapkan Diri Beribadah Di Bulan Damai

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah usai pencoblosan. Dalam proses penghitungan akan memasuki Bulan Romadhon. Bulan yang penuh keistimewaan. Yaitu bulan damai. Tokoh agama...

Pemilu Wujudkan Persatuan Bangsa Indonesia

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah dilakukan tahap pencoblosan dan hari ini sudah penghitungan data secara real count. Semakin hari paska pemilu semakin panas...

Konflik Agraria yang Tak Kunjung Usai di Kalbar, Pangamat : Belum ada Upaya yang Jelas dari Pemda dan BPN

Pontianak Kalbar, Harian-news.com - Pengamat Hukum dan Bijakan Publik kembali soroti persoalan konflik agraria di wilayah Kalimantan Barat seolah-olah tidak pernah berakhir, namun kondisi...

Gus Muhdlor Bakal Relokasi SMPN 2 Tanggulangin

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah berencana untuk merelokasi SMPN 2 Tanggulangin. Pasalnya, Sekolah Menengah Pertama yang berada di Desa Kedungbanteng tersebut saat...

Belajar Bijak Menyikapi Pemilu 2024

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Partai politik yang ikut pemilu di era reformasi sangat banyak. Setiap partai mengusung caleg baik tingkat pusat ataupun daerah. Sangat mustahil...

Ojo Kesusu, Sing Sabar

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi setiap pesta demokrasi baik ditingkat pilkada maupun pilpres bermunculan lembaga swadaya masyarakat menyeleanggkan hitung cepat...

BNNK Sidoarjo dan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) Bersinergi

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sidoarjo melakukan kegiatan kolaborasi dengan beberapa Lembaga Rehabilitasi yang ada di Sidoarjo. Kegiatan meliputi jalan santai dan ngopi...

Relawan Pendukung Prabowo -Gibran Tulungagung Sujud Syukur

Tulungagung, harian-news.com - Para relawan 02 di Kabupaten Tulungagung yang telah melaksanakan tugas pada Kamis (15/02/2024) di Kebun Jambu Rejoagung Tulungagung melakukan sujud syukur...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING