160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Diakhir Januari PMK Masih Mengancam Peternak Sapi Tulungagung

drh.Titus Sumariati, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung (photo by Pandhu).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Dipenghujung bulan Januari ini di Kabupaten Tulungagung masih menghadapi ancaman serius akibat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mengancam kesehatan hewan ternak sapi.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menekan penyebaran penyakit ini, termasuk pengobatan terhadap hewan yang sakit serta penutupan sementara pasar hewan sebagai langkah pencegahan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Tutus Sumariani, mengatakan, kasus PMK di Tulungagung telah mencapai 123 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 ekor telah dinyatakan sembuh, sementara 17 ekor masih dalam proses pengobatan, dan beberapa ekor lainnya telah dipotong paksa.

Untuk mengendalikan penyebaran PMK, Dinas Peternakan telah melakukan berbagai tindakan. Selain pengobatan ternak yang terinfeksi, pemerintah daerah menutup pasar hewan guna mencegah masuknya ternak dari luar daerah yang berpotensi membawa virus.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kami sudah menutup pasar hewan sapi sejak 10 Januari lalu, dan kebijakan ini diperpanjang hingga 9 Februari 2025. Sementara itu, pasar hewan kambing telah dibuka kembali,” ujar drh Tutus.

Pendataan dan pemantauan dilakukan melalui tujuh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang mencakup 19 kecamatan di Tulungagung. Laporan dari petugas Puskeswan menjadi sumber utama dalam mendata jumlah kasus serta perkembangan wabah PMK di wilayah tersebut.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung telah menerima 11.750 dosis vaksin PMK dari Kementerian melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program vaksinasi ini dijalankan oleh petugas di tujuh wilayah kerja Puskeswan.

Namun, karena jumlah vaksin masih terbatas, tidak semua ternak bisa segera divaksin. Selain bekerja sama dengan Dinas Perindustrian untuk pengelolaan pasar hewan, Dinas Peternakan juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan desinfeksi di pasar hewan. Dalam pelaksanaan vaksinasi, TNI dan Polri turut membantu pengamanan serta pendampingan di lapangan.

750 x 100 AD PLACEMENT
Suyitno, peternak sapi(photo by Pandhu).

Bagi para peternak, wabah PMK memberikan dampak besar, baik dari segi kesehatan ternak maupun ekonomi.

Suyitno, seorang peternak sapi di Tulungagung, mengungkapkan, ternaknya mati dalam waktu tiga hari setelah terinfeksi PMK, meskipun telah diberikan suntikan pengobatan.
“Reaksinya cepat sekali. Hidung meler, mulut mengeluarkan cairan, dan kaki bengkak bernanah. Saya sudah membersihkan kandang dan melakukan pengasapan, tapi tetap saja sapi saya mati,” ungkapnya dengan nada sedih.

Lebih lanjut, Suyitno mengaku belum pernah menerima bantuan atau informasi dari Dinas Peternakan mengenai penanganan PMK. Akibatnya, seluruh ternaknya mati, menyebabkan kerugian hingga Rp17 juta.

Para peternak berharap agar pemerintah daerahlebih memperhatikan kondisi ternak mereka dengan melakukan pemeriksaan berkala dan memberikan obat-obatan pencegahan secara merata. Mereka juga berharap adanya kompensasi bagi peternak yang mengalami kerugian akibat wabah ini.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berharap kasus PMK dapat terus menurun dengan adanya kebijakan penutupan pasar hewan dan program vaksinasi yang lebih luas. Jika kondisi membaik, maka pasar hewan sapi yang saat ini masih ditutup akan dipertimbangkan untuk dibuka kembali. “Kami akan terus memantau perkembangan kasus di lapangan dan mengambil langkah terbaik demi kesehatan hewan ternak di Tulungagung,” pungkas drh. Tutus.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan Kabupaten Tulungagung bisa segera terbebas dari wabah PMK dan peternakan kembali pulih seperti sediakala.

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !