


MALANG (harian-news.com) – Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis menjadi salah satu sasaran pendistribusian bantuan non tunai berupa beras dari Pemkab Malang yang berasal dari Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang 2020 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 22 milyar.
Kades Supaadi mengatakan bahwa sedianya bantuan non tunai berupa beras itu telah diberikan kepada warga masyarakat di Desa Asrikaton di 6 dusun total 343. “Masing-masing kepala keluarga (Kk) akan mendapatkan bantuan 10 kilogram beras,” tuturnya saat ditemui di Kantor Desa Asrikaton, Selasa (5/5/2020).
Sesuai Surat Bupati Malang No. 460/2917/35.07.104/2020 tertanggal 14 april 2020 ada 10 kriteria yang akan menerima bansos tersebut, diantaranya rumah tangga miskin (RTM) yang tidak terdaftar dalam DTKS SIKS-NG, belum menerima bantuan dalam program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat, pemerintah rovinsi dan Pemerintah Kabupaten Malang.
Kemudian buruh tani, disabilitasi, lanjut usia terlantar dengan usia diatas 60 tahun. “Kemudian PKL yang terdampak pembatasan sosial, pedagang kecil di pasar seperti mlijo, kelompok usaha angkutan jasa transportasi seperti umum, pekerja, buruh industri kecil atau pabrik, tenaga kerja seni atau pariwisata dan rumah tangga miskin yang tidak mempunyai data kependudukan. “Semua telah dilaksanakan dengan baik yaitu lewat RT yang mendata dan pemerintah desa yang menyalurkan,” jelas Supaadi.
Ia juga menambahkan, penyemprotan di desa yang dipimpinnya sudah berkali-kali dilakukan, bahkan sampai 5 kali. “Semua ini dilakukan oleh relawan Desa Asrikaton bekerja sama dengan pemerintah desa,” terangnya.
Bahkan, lanjutnya, terlebih lagi terkadang tiap RT dengan kesadaran sendiri melakukan penyemprotan sendiri di wilayah masing-masing. “Dalam waktu dekat ini kami juga akan memberikan bantuan masker yang siap kami bagikan kepada warga Asrikaton. Harapan semoga bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona di Malang, khususnya di Desa Asrikaton. Sehingga warga desa jadi tentram dan nyaman serta terhindar dari kepanikan atas ancaman penyebaran wabah corona ini,” harap Kades Supaadi.
Ia juga mengimbau kepada warganya agar senantiasa mematuhi semua aturan yang dianjurkan pemerintah. “Misalnya menjaga kebersihan serta wajib tertib physical distancing. Selain itu, terima kasih kepada Babinsa, Bhabinkantimas, BPD, karang taruna, tim relawan dan seluruh perangkat desa atas partisipasinya,” terang Supaadi.
Di tempat terpisah salah satu warga Dusun Boro, Desa Asrikaton berterima kasih kepada Pemkab Malang juga Kades yang peduli dan sigap terhadap apa yang terjadi di desanya. “Sehingga kami sebagai warga Desa Asrikaton merasa nyaman di bawah kepemimpinan beliau,” ujar salah satu warga Asrikaton. [her]
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !