PendidikanTulungagung

Dari Tulungagung ke Dunia: 1.628 Lulusan SMK Terbang Bawa Mimpi hingga Jepang dan Jerman

×

Dari Tulungagung ke Dunia: 1.628 Lulusan SMK Terbang Bawa Mimpi hingga Jepang dan Jerman

Sebarkan artikel ini
pelepasan Alumni SMK siap magang ke Jepang dan Jerman oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Ribuan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur resmi dilepas menuju pasar kerja internasional dalam program magang dan kerja luar negeri yang dipusatkan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).

Sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK mengikuti program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan sebagai langkah memperkuat daya saing lulusan vokasi di tingkat global.

Di tengah gegap gempita pelepasan, Kabupaten Tulungagung tampil mencolok sebagai penyumbang peserta terbesar. Sebanyak 1.628 siswa dari 11 SMK siap mengadu kemampuan di berbagai negara maju, menjadikan Tulungagung sebagai salah satu lumbung tenaga vokasi internasional di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung melepas para peserta. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan program tersebut bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, melainkan bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis global.

“Ini bukan hanya magang kerja. Ini adalah model upscale—peningkatan keterampilan dengan teknologi modern dan jaringan pasar global. Pulanglah tidak hanya membawa rezeki, tetapi juga ilmu dan pengalaman,” tegasnya.

Sebagai simbol pelepasan, Khofifah menyerahkan jaket kepada perwakilan peserta. Pada tahap awal, sebanyak 967 peserta diberangkatkan, terdiri dari 898 peserta asal Tulungagung, 54 dari Trenggalek, dan 15 dari Pacitan.

Para lulusan SMK tersebut akan mengisi berbagai sektor strategis di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Taiwan, Singapura, Malaysia, hingga Australia. Bidang pekerjaan yang tersedia pun beragam, mulai pertanian modern, manufaktur, perhotelan, hingga pekerjaan teknis berisiko tinggi seperti pengelasan bawah laut yang memiliki permintaan besar di negara maju.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur

Khofifah juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai pintu utama memasuki pasar kerja internasional. Menurutnya, kemampuan bahasa Jepang, Korea, Inggris, hingga Arab harus berjalan seiring dengan keterampilan teknis.

“Diversifikasi profesi itu penting, tetapi kemampuan bahasa adalah fondasi. Keduanya harus menyatu agar mampu bersaing secara profesional,” ujarnya.

Lebih jauh, Khofifah menyebut para peserta sebagai “pahlawan devisa” masa kini yang membawa nama baik Indonesia di panggung dunia.

“Jaga kehormatan bangsa. Di manapun kalian berada, tetap kibarkan Merah Putih,” pesannya.

Program ini menjadi bukti semakin kuatnya konektivitas pendidikan vokasi Jawa Timur dengan kebutuhan industri global. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong kolaborasi antara sekolah, lembaga pelatihan, dan mitra industri luar negeri guna meningkatkan employability lulusan SMK.

Pemberangkatan peserta secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung bertahap mulai pertengahan Mei 2026 menyesuaikan agenda nasional pemerintah pusat.

Melalui program ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga membawa pulang pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan wawasan global yang dapat menjadi modal pembangunan di daerah asal.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa lulusan SMK Jawa Timur kini tidak lagi hanya berorientasi lokal, melainkan siap menjadi bagian dari ekosistem tenaga kerja dunia.

Jurnalis : Pandhu