
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi kepedulian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung yang menggelar program bedah rumah bagi pasien tuberkulosis (TBC) dari keluarga kurang mampu. Program tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperbaiki lingkungan hunian sekaligus mendukung pencegahan penularan TBC.
Apresiasi itu disampaikan dalam kegiatan penyerahan bantuan bedah rumah kepada Muji, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Rabu (21/10/2026). Program yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bakti IDI tersebut didukung donasi sekitar Rp9 juta yang dihimpun dari para dokter anggota IDI.
Ahmad Baharudin berharap kepedulian IDI dan kolaborasi berbagai pihak dapat menjadi contoh bagi elemen masyarakat lainnya untuk turut membantu warga yang membutuhkan, khususnya dalam bidang kesehatan.
Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk memperluas jangkauan pelayanan serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Rumah Muji menjadi sasaran bantuan setelah IDI melakukan penelusuran terhadap tiga keluarga calon penerima di wilayah Kecamatan Sumbergempol. Data awal diperoleh melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dengan sasaran pasien TBC dari keluarga kurang mampu.
Hasil survei menunjukkan rumah Muji membutuhkan penanganan lebih mendesak. Rumah yang dihuni enam orang, terdiri atas Muji, istri, dan empat anaknya, tersebut tidak memiliki jendela dan hanya mengandalkan satu pintu utama sebagai akses keluar-masuk udara dan cahaya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ventilasi yang buruk di ruang tertutup dapat meningkatkan risiko penularan TBC melalui udara, terutama ketika anggota keluarga berada bersama dalam waktu lama.
Melalui program bedah rumah, IDI berupaya memperbaiki kondisi hunian dengan memperhatikan sirkulasi udara dan akses cahaya matahari. Bantuan diserahkan secara simbolis dalam bentuk bingkai jendela bertuliskan “Bedah Rumah Pengabdian Masyarakat” kepada Muji.
Program ini menunjukkan bahwa penanggulangan TBC tidak hanya membutuhkan pengobatan medis, tetapi juga dukungan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat. Perbaikan ventilasi menjadi salah satu langkah pendukung untuk mengurangi risiko penularan, meskipun tidak menggantikan pengobatan dan pendampingan medis.
Karena itu, koordinasi antara IDI, Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta unsur TNI dan Polri yang terlibat dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui edukasi kesehatan, pemantauan pengobatan pasien, dan pemeriksaan anggota keluarga yang menjadi kontak erat sesuai prosedur kesehatan.
Selain bedah rumah di Desa Wonorejo, rangkaian bakti sosial IDI juga mencakup kegiatan di Desa Jabalsari yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu. Agenda tersebut meliputi pengobatan massal bagi masyarakat dan pembagian kacamata gratis bagi anak-anak sekolah.

IDI berharap kegiatan sosial tersebut dapat mendorong organisasi profesi lainnya untuk ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
Bantuan Rp9 juta untuk keluarga Muji menjadi langkah konkret kepedulian terhadap pasien TBC yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi hunian kurang sehat. Keberlanjutan kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan serta membantu memutus mata rantai penularan TBC di Tulungagung.
Jurnalis: Pandhu













