
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung menggelar aksi bersih-bersih lingkungan atau resik-resik, Sabtu (17/10/2026). Menjadi bagian dari gerakan serentak atas instruksi DPD Partai Gerindra Jawa Timur, kegiatan ini membawa pesan kepedulian lingkungan sekaligus menjadi momentum konsolidasi kader menjelang kontestasi politik 2029.
Kegiatan yang dipusatkan di Liiur Cafe & Resto, Tulungagung, diawali dengan arahan Sekretaris DPC Partai Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, S.T. Ia mengajak kader menjaga soliditas organisasi, hadir di tengah masyarakat, serta mendukung program pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah.
Gerakan resik-resik atau program ASRI tersebut diarahkan untuk menyasar berbagai lokasi, mulai dari sungai, kawasan pesisir, hingga fasilitas umum. Kader juga didorong melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Namun, keberhasilan gerakan lingkungan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan serentak atau dokumentasi di media sosial. Dampak terhadap kebersihan lingkungan, keberlanjutan program, dan keterlibatan masyarakat menjadi indikator penting untuk menilai keseriusan pelaksanaannya.
Tanpa tindak lanjut yang jelas, aksi bersih-bersih berisiko berhenti sebagai kegiatan sesaat. Lingkungan mungkin tampak bersih pada hari pelaksanaan, tetapi kembali menghadapi persoalan yang sama ketika tidak ada upaya pemeliharaan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Konsolidasi Menuju 2029
Dalam arahannya, Sumarsono membagikan pengalamannya selama 16 tahun menjadi kader Gerindra, sejak 2010 hingga 2026. Ia mengulas perjalanan politik Prabowo Subianto dalam sejumlah pemilihan presiden sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 46,85 persen suara pada Pilpres 2014. Pada Pilpres 2019, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 44,50 persen suara. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh 58,59 persen suara pada Pilpres 2024.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari refleksi politik yang disampaikan kepada kader. Meski demikian, kemenangan pada pemilu sebelumnya tidak otomatis menjamin keberhasilan pada kontestasi berikutnya.

Perubahan kebutuhan masyarakat, evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, serta kemampuan partai menjawab persoalan publik akan turut menentukan tingkat kepercayaan pemilih.
Karena itu, target kemenangan pada Pilpres 2029 tidak cukup diterjemahkan sebagai upaya memperkuat struktur organisasi dan menjaga loyalitas kader. Gerindra juga dituntut menunjukkan kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk dalam persoalan lingkungan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.
Kritik Publik Harus Dijawab dengan Kerja
Sumarsono juga menekankan pentingnya menyikapi kritik maupun hujatan dari pihak luar secara positif dan elegan. Ia meminta kader menghindari respons negatif yang berpotensi memperkeruh situasi politik.
Pesan tersebut relevan di tengah tuntutan publik agar partai politik semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan pendapat. Namun, sikap elegan tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan meredam perdebatan atau menghindari konflik.
Kritik publik semestinya ditempatkan sebagai bahan evaluasi, terutama ketika menyangkut kebijakan pemerintah, kepentingan masyarakat, dan pelaksanaan program pembangunan. Kritik yang disertai data dan argumentasi perlu dijawab dengan penjelasan terbuka serta langkah perbaikan yang terukur.
Sebagai partai yang mengusung Presiden Prabowo Subianto, Gerindra juga memiliki tanggung jawab politik untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah agar berjalan efektif. Dukungan kepada pemerintah tidak semestinya menutup ruang evaluasi terhadap kebijakan yang belum memenuhi harapan masyarakat.
Di tingkat daerah, kader partai perlu membuktikan bahwa keberadaan mereka bukan semata-mata untuk memperkuat elektabilitas, melainkan juga memperjuangkan kebutuhan warga.
Resik-Resik Jangan Berhenti Jadi Seremoni
Kegiatan pada 17 Oktober itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun Prabowo Subianto yang lahir pada 17 Oktober 1951. Para kader berencana membuat video singkat atau reels berisi ucapan selamat ulang tahun sebagai bagian dari peringatan tersebut.
Momentum ini mempertemukan agenda kepedulian lingkungan, konsolidasi organisasi, dan penghormatan kepada ketua umum partai. Meski demikian, substansi kegiatan tetap perlu menjadi perhatian agar pesan kepedulian lingkungan tidak tenggelam oleh kepentingan seremonial maupun politik.
Publik berhak mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat. Berapa banyak kader yang terlibat? Berapa titik lingkungan yang dibersihkan? Apakah terdapat target pengurangan sampah dan program pemeliharaan setelah kegiatan berakhir?
Pertanyaan tersebut penting untuk memastikan gerakan resik-resik memiliki hasil yang dapat diukur, bukan sekadar menjadi agenda sesaat tanpa evaluasi.
Sumarsono berharap kader Gerindra Tulungagung terus menjaga kekompakan, mendampingi masyarakat, dan membesarkan partai guna menghadapi Pilpres 2029.
Namun, kepercayaan publik tidak dibangun hanya melalui konsolidasi internal, slogan persatuan, atau optimisme menghadapi pemilu. Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat melihat konsistensi antara pernyataan dan tindakan.
Bagi Gerindra Tulungagung, aksi bersih lingkungan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kerja politik dapat berjalan seiring dengan kepentingan publik. Tantangannya adalah memastikan kegiatan tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan, tetapi berlanjut menjadi gerakan yang terukur dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan partai bukan semata-mata seberapa besar target kemenangan yang dicanangkan untuk 2029, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari kerja para kadernya.
Jurnalis: Pandhu
Keterangan foto:
1. Sekretaris DPC Partai Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, S.T., menyampaikan arahan kepada kader dalam kegiatan pendidikan politik di Liiur Cafe & Resto, Tulungagung.
2. Peserta pendidikan politik kader Partai Gerindra Tulungagung menyimak arahan pengurus dalam kegiatan konsolidasi partai.
3. Kader Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung berfoto bersama dalam kegiatan pendidikan politik di Liiur Cafe & Resto, Tulungagung.













