160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Bersih Nagari Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke- 818

Bersih Nagari Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke- 818
Tumpeng
Rebuten tumpeng di area Gapura Pendopo Timur Kongas Arum Kusumaning, Tulungagung.

                     

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Kirab Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke- 818 Tahun 2023 berlangsung lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Sabtu (18/11/2023).

Masih seperti tahun sebelumnya pemberangkatan Kirab Bersih Nagari diawali dari Kantor Bupati Tulungagung di Jalan A. Yani Timur, kemudian berjalan kearah barat melintas di Tugu Reog kendang yang ada di perempatan TT kemudian belok kiri kerah Aloon-aloon Tulungagung melingkar ke arah Kantor Pos dan Masjid Agung Al Munawar belok kanan melintas depan Kantor PTSP lalu ke kekiri kearah Gapura masuk bagian barat Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Iring-iringan barisan yang membawa Tumpeng Lanang dan Tumpeng Wadon dari berbagai unsur OPD Lingkup Kabupaten Tulungagung , seniman-seniwati pelajar SMP di Kabupaten Tulungagung.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pejabat Bupati Tulungagung Heru Suseno menyampaikan , dalam bahasa Jawa, tentang prioritas program kerjanya, ada empat (4) yakni, pertama Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Pemulihan Stunting, kedua Pemanfaatan potensi sumberdaya alam dan manusia serta adanya peluang dengan dibukanya akses Jalan Lintas Selatan, Bandara Kediri dan rencana dibangunnya Tol Tulungagung – Kediri untuk peluang ekonomi dan kemaslahan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga perlu Ditingkatkannya semangat kebersamaan dan kerukunan dan sinergitas sekaligus dalam rangka percepatan ekonomi. Dan yang keempat Iman dan taqwa serta akhlakul kharimah harus selalu dipegang.

“Semoga Allah SWT selalu memberikan berkah pada kita semua, amiin, Dirgahayu Kabupaten Tulungagung yang ke 818, dengan asesanti jaya jaya wijayanti lir ing sambikala, ati lathi pakarti nyawiji, monggo tumindak becik ngurih tebih saking kepolonan ciloko,,” kata Pj. Bupati Heru Suseno.

Tampak hadir pada kesempatan itu Pj. Bupati Tulungagung Heru Suseno dan istri,  Ketua DPRD Tulungagung Marsono dan istri, Sekretaris Daerah Sukadji dan istri, serta para Anggota Forkopimda Kabupaten Tuungagung, Para Kepala OPD dan istri, Tamu Undangan Bupati dan Waliota kabupaten tetangga, para Camat se Kabupaten Tulungagung dan istri, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Tulungagung.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tampak hadir juga Maryoto Birowo mantan Bupati Tulungagung Periode 2019 – 2023, Ketua BAZNAS KH. Syamsul Umam, Ketua Ormas dan OKP, dan LSM.

Prosesi Ijab Qobul juga dilakukan dengan pembacaan doa dan pengantar berbahasa Jawa , yang dilakukan antara Bupati dan Istri dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.

Pemotongan tumpeng oleh Pj. Bupati Heru Suseno kepada Ketua DPRD Marsono juga menjadi agenda rutin pada setiap peringatan Hari Jadi.

Tampilnya Tari Beksan yang menggambarkan sikap ksatria warga Tulungagung masa dulu yang membantu perjuangan Raya Kediri dari ancaman dan serangan Raja Blambangan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Atas bantuaannya warga Tulungagung saat melawan pasukan Blambangan, Raja Kediri mengucapkan terima kasih dengan penetapan sebagai Daerah Perdikan yang ditandai dengan Prasasti Lawadan yang dulunya ada di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur.

Yang saat ini prasasti itu berada dalam kuasa PT IMIT (Industri Marmer Indonesia Tulungagung).

Tema hari Jadi Kabupaten ke-818 ini adalah Tangguh, Tanggap, Berkelanjutan menuju Kesejahteraan, sedperti yang dibacakan ketua panitia penyelenggara peringatan Hari Jadi Kabupaten Ke- 818 tahun 2023, Subroto yang saat ini menjabat Direktur PDAU Kabupaten Tulungagung.

“Ada 70 rangkaian acara pada peringatan hari Jadi Kabupaten Tulungagung  yang ke 818 ini, Lomba Tari Tradisional, Lomba Fashion Show, Lomba Esai, Lomba Baca Puisi, Lomba Jalan Sehat, Lomba Tari Pelajar SD dan SMP,  Pentas Wayang Kulit, Fashion Show Batik, Lomba olah raga tradisional antar OPD, seperti eggrang, terompah, tandem dan tarik tambang, enthik, bethengan, gobak sodor dan ketapel, dan lomba-lomba lainnya,” katanya.

Doa yang singkat dan mengena dari tema Hari Jadi dibacakan oleh KH. Syamsul Umam yang akrab disapa Gus Syamsul.

Terakhir Tumpeng Lanang dan Tumpeng wadon diangkat kembali oleh punggawa untuk dibawa keluar gerbang pendopo dan dibagikan untuk masyarakat yang sudah sejak pagi menunggu rebutan tumpeng tersebut.

 

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !