TULUNGAGUNG (harian-new.com) – Pendirian masjid di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru mendapat penolakan dari warga sekitar, Kamis (18/06/2020). Hal ini dikarenakan masjid itu dinilai berpaham beda dengan warga lokal.
Hingga terjadilah demonstrasi penolakan hari ini yang dilakukan oleh sediktinya 300 Massa. Massa menilai, masjid yang hendak dibangun diduga untuk kepentingan paham yang berbeda dan berpotensi memecah belah kerukunan ummat.
Misyono, salah satu warga yang melakukan unjuk rasa menyatakan, warga berharap pendirian masjid tersebut sepenuhnya dihentikan.
“Yang jelas dari warga kalau itu dihentikan ya sudah beres, karena dari kesepakatan lama memang dihentikan. Kalau berbicara soal paham, saya tidak berani komentar, yang jelas warga menolaknya. Karena memang ajaran dan pahamnya berbeda dengan warga sini,” terangnya.
Sekretaris FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Tulungagung, Mashuri, mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat internal dahulu untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
“Kita sudah investigasi, dan hasilnya kita temukan warga seperti ini (warga demo dilokasi masjid),” terangnya, ketika dijumpai di lokasi unjuk rasa.
Pihaknya akan memutuskan persoalan ini seusai dilaksanakannya rapat internal.
“Soal rekom dan pendirian masjid nanti kita bahas, yang jelas kita punya temuan di lapangan. Utamanya rukun dan damai,” pungkasnya. [irf]