MALANG, HARIAN-NEWS.com — Pembangunan ulang jembatan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah di tengah pertumbuhan permukiman dan aktivitas usaha di Malang Timur.
Jembatan yang sebelumnya berukuran sekitar 5 x 10 meter itu kini dibangun dengan dimensi lebih besar, yakni 13 x 14 meter. Proyek tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan Jabung dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Chairul Isnadi Kusuma, yang akrab disapa Oong, mengatakan pembangunan jembatan tersebut sedang berlangsung dengan masa pelaksanaan sekitar 180 hari.
“Untuk saat ini sedang dikerjakan. Masa pelaksanaannya sekitar 180 hari dan diperkirakan selesai akhir Desember 2026,” ujar Oong, Kamis (1/10/2026).
Jembatan tersebut berada pada jalur strategis yang menghubungkan Kecamatan Jabung dengan sejumlah wilayah lain, termasuk Kecamatan Pakis. Keberadaannya dinilai penting untuk menunjang pergerakan masyarakat dan distribusi barang, seiring berkembangnya aktivitas permukiman dan usaha di kawasan tersebut.
Pertumbuhan Jabung Butuh Infrastruktur Memadai
Perkembangan Jabung terlihat dari tumbuhnya kawasan perumahan dan aktivitas perusahaan. Kecamatan ini tercatat memiliki sekitar 15 lokasi perumahan dan 30 perusahaan.
Pertumbuhan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penyediaan infrastruktur. Peningkatan mobilitas penduduk dan kendaraan perlu diimbangi dengan kapasitas jalan serta jembatan yang memadai agar konektivitas antarkawasan tetap terjaga.
Anggota DPRD Kabupaten Malang, Ali Murtadlo atau Gus Tado, menilai pembangunan infrastruktur di Jabung penting untuk mengantisipasi perkembangan kawasan perkotaan baru di wilayah timur Kabupaten Malang.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik dapat mendukung aktivitas ekonomi dan membuka peluang pengembangan investasi.
“Jika jembatan itu sudah jadi, kami optimistis investasi akan berkembang pesat karena jalur ekonomi sudah lancar. Jembatan itu cukup strategis karena menghubungkan Kecamatan Pakis dan Jabung,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Meski demikian, perkembangan investasi tetap perlu diikuti kesiapan infrastruktur pendukung dan perencanaan kawasan yang matang. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat serta daya dukung lingkungan.
Potensi Wisata Perlu Ikut Dikembangkan
Selain permukiman dan aktivitas perusahaan, Jabung memiliki potensi wisata yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.
Sejumlah destinasi, seperti Coban Jahe, Coban Siuk, dan Desa Wisata Taji Kaki Langit, menjadi bagian dari potensi wisata yang dapat dikembangkan melalui peningkatan aksesibilitas dan dukungan infrastruktur.
Konektivitas yang memadai berpeluang mempermudah mobilitas wisatawan, memperlancar distribusi produk lokal, serta membuka kesempatan usaha bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Karena itu, pembangunan jembatan di Sukolilo tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan lalu lintas. Infrastruktur tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan sektor perdagangan, pertanian, industri, dan pariwisata.
Namun, pemanfaatan peluang tersebut membutuhkan perencanaan yang terintegrasi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Penataan Ruang Jadi Kunci Pertumbuhan
Pemerintah Kabupaten Malang juga mendorong pengembangan wilayah timur laut secara terencana. Bupati Malang HM Sanusi mengarahkan agar pertumbuhan desa-desa yang berkembang menjadi pusat permukiman dan kegiatan ekonomi tetap memperhatikan pembagian fungsi ruang.
Penataan zonasi di sejumlah kecamatan, termasuk Jabung, Tumpang, dan Pakis, menjadi bagian penting dalam mengantisipasi perubahan kawasan.
Permukiman, industri, perdagangan, pertanian, dan pariwisata perlu dikembangkan sesuai peruntukan ruangnya. Penataan tersebut diperlukan untuk meminimalkan potensi konflik pemanfaatan lahan, menjaga lingkungan, serta mengantisipasi persoalan infrastruktur akibat pertumbuhan yang tidak terkendali.
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah wilayah juga menjadi salah satu instrumen perencanaan untuk memberikan kepastian arah pengembangan kawasan.
Dalam konteks tersebut, pembangunan jembatan Sukolilo menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah. Keberhasilan pembangunan kawasan tidak cukup diukur dari bertambahnya infrastruktur atau meningkatnya aktivitas investasi, tetapi juga dari keterpaduan pembangunan dengan penataan ruang dan kebutuhan masyarakat.
Jabung memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di Malang Timur. Namun, peluang itu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, kepastian tata ruang, pengembangan potensi lokal, serta pengawasan terhadap dampak pertumbuhan kawasan.
Dengan demikian, pembangunan jembatan di Sukolilo bukan sekadar pelebaran konstruksi. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan konektivitas Jabung dalam menghadapi perkembangan wilayah Kabupaten Malang.
Jurnalis: TS













