Pendidikan

Ajang AGP 2026, 61 Guru Terbaik Adu Inovasi, PGRI Tulungagung Kukuhkan Enam Lembaga Strategis

×

Ajang AGP 2026, 61 Guru Terbaik Adu Inovasi, PGRI Tulungagung Kukuhkan Enam Lembaga Strategis

Sebarkan artikel ini
Ajang AGP 2026, 61 Guru Terbaik Adu Inovasi, PGRI Tulungagung Kukuhkan Enam Lembaga Strategis

Anugerah Guru Prima 2026 Jadi Panggung Inovasi, PGRI Tulungagung Dorong Guru Terus Berkarya

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Bukan sekadar berebut trofi, 61 guru terbaik di Kabupaten Tulungagung ditantang membuktikan inovasi pembelajaran yang mampu memberi dampak nyata bagi peserta didik. Ajang Anugerah Guru Prima (AGP) 2026 yang digelar PGRI Kabupaten Tulungagung, Rabu (26/8/2026), sekaligus menjadi momentum penguatan organisasi melalui pengukuhan enam lembaga strategis untuk masa bakti 2025–2030.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tulungagung kembali memberikan ruang bagi para pendidik untuk menunjukkan kreativitas, inovasi dan praktik baik melalui Anugerah Guru Prima (AGP) Kabupaten Tulungagung 2026.

Ajang yang digelar di halaman Sekretariat PGRI Kabupaten Tulungagung, Rabu (26/8/2026), tersebut tidak sekadar menjadi arena mencari juara. AGP dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang berbagi gagasan bagi guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan dihadiri Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Joko Adi Waluyo, Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung Muhadi, M.Pd., jajaran pengurus PGRI, serta para guru peserta dari berbagai satuan pendidikan.

Muhadi. Ketua PGRI Tulungagung

Sejak pagi, suasana Sekretariat PGRI Tulungagung dipenuhi aktivitas peserta. Para guru mempersiapkan gelar karya dan menampilkan berbagai inovasi pendidikan melalui stan yang telah disiapkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI. Selanjutnya dilaksanakan laporan ketua panitia, sambutan Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung, sambutan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, doa, serta kunjungan tamu ke stan karya peserta.

Guru Dituntut Tidak Berhenti Berinovasi

Memasuki tahapan penilaian, peserta menampilkan karya dan inovasi pendidikan yang telah diterapkan di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Karya yang ditampilkan beragam, mulai dari pengembangan metode pembelajaran, media edukasi hingga program inovatif yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Bagi PGRI Tulungagung, keberadaan AGP memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi. Ajang tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa guru memiliki kemampuan menciptakan solusi dan inovasi sesuai kebutuhan pendidikan di lapangan.

Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung Muhadi, M.Pd., menegaskan bahwa AGP diharapkan mampu membangun budaya positif di kalangan pendidik.

“Anugerah Guru Prima ini kami harapkan menjadi ruang bagi para guru untuk menunjukkan karya, inovasi, dan praktik baik yang selama ini telah dilakukan di satuan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan inovasi sesuai perkembangan zaman,” ujar Muhadi.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan guru dalam merespons perubahan. Karena itu, inovasi yang lahir dari ruang kelas perlu mendapatkan apresiasi sekaligus ruang untuk dikembangkan.

Bukan Sekadar Mengejar Juara

Muhadi menekankan, ukuran keberhasilan AGP bukan semata-mata siapa yang berhasil meraih penghargaan.

Lebih penting dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya berbagi pengalaman antarpendidik. Karya yang ditampilkan seorang guru dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya untuk dikembangkan sesuai kondisi sekolah masing-masing.

“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, bagaimana kegiatan ini mampu membangun budaya saling berbagi, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat semangat kebersamaan para guru,” tambahnya.

Rangkaian AGP 2026 juga diisi dengan rapat pleno dewan juri, pameran terbuka, pelantikan PKO PGRI Kabupaten Tulungagung, serta pentas seni.

Setelah tahapan gelar karya, peserta mengikuti sesi wawancara sebagai bagian dari proses penilaian. Selanjutnya kegiatan memasuki agenda pengumuman dan penganugerahan juara Anugerah Guru Prima SLCC 2026.

Membangun Ekosistem Pendidikan yang Adaptif

Penyelenggaraan AGP 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen PGRI Tulungagung dalam mendorong guru agar tidak berhenti pada rutinitas pembelajaran.

Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi peserta didik, guru dituntut mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pengalaman dan praktik baik yang muncul dari satuan pendidikan juga perlu didokumentasikan, dibagikan dan direplikasi ketika relevan.

Karena itu, AGP diharapkan tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Ajang tersebut diharapkan melahirkan jejaring guru inovatif yang mampu menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

Dari ruang kelas, gagasan-gagasan itu diharapkan terus berkembang menjadi praktik baik yang memberi dampak nyata bagi peserta didik.

AGP 2026 pun menjadi pesan bahwa guru prima bukan hanya guru yang mampu meraih penghargaan, tetapi guru yang terus belajar, berinovasi dan memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan.

Jurnalis : Pandhu