Politik

Meriahkan HUT ke-81 RI, Demokrat Tulungagung Uji Kekompakan dan Soliditas Kader

×

Meriahkan HUT ke-81 RI, Demokrat Tulungagung Uji Kekompakan dan Soliditas Kader

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Riuh tawa dan sorak-sorai mewarnai halaman Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Tulungagung, Minggu (23/8/2026). Sejumlah kader dan pengurus Partai Demokrat Tulungagung mengikuti berbagai perlombaan tradisional untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan khas Agustusan. Di balik lomba makan kerupuk, estafet air, estafet sarung, balap kelereng hingga memasukkan paku ke dalam botol, terselip agenda penting untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas internal partai.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat yang akan diperingati pada 9 September 2026.

Ketua DPC Partai Demokrat Tulungagung, Sofyan Heryanto, S.E., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempererat hubungan antarkader, khususnya antara jajaran pengurus DPC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh wilayah Tulungagung.

“Ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi murni upaya kami untuk saling mengenal lebih dekat, merajut tali silaturahmi, dan memperkokoh kesolidan antara jajaran pengurus DPC dengan PAC di seluruh Tulungagung,” ujar Sofyan.

Teriknya matahari tidak menyurutkan antusiasme peserta. Sebaliknya, suasana semakin meriah ketika panitia mulai menjelaskan mekanisme masing-masing perlombaan.

Konsep yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah bonding, yakni membangun kedekatan dan kebersamaan antarkader melalui aktivitas santai dan penuh kegembiraan.

Peserta bahkan diberi kesempatan membentuk kelompok sendiri. Sejumlah permainan dirancang agar peserta bekerja sama serta mengandalkan komunikasi dan kekompakan tim.

Dalam lomba makan kerupuk, misalnya, dua peserta harus bekerja sama. Satu peserta memegang tali kerupuk, sementara peserta lainnya berusaha menggigit kerupuk yang terus bergerak.

Ada pula estafet air yang dimainkan tiga orang dalam satu kelompok. Mereka harus memindahkan air dari satu botol ke botol lainnya. Kelompok dengan jumlah air terbanyak di garis akhir menjadi pemenang.

Kekompakan juga diuji melalui lomba estafet sarung. Lima peserta harus memindahkan sarung dari satu orang ke orang berikutnya tanpa melepaskan pegangan tangan.

Sementara itu, lomba kelereng menggunakan sendok menguji konsentrasi peserta secara individu. Peserta harus menjaga kelereng tetap berada di atas sendok hingga mencapai garis akhir.

Permainan terakhir tak kalah mengundang gelak tawa. Peserta harus memasukkan paku yang terikat di bagian belakang tubuh ke dalam mulut botol dengan mengandalkan keseimbangan dan ketelitian.

Meski sederhana, seluruh permainan tersebut memiliki satu benang merah. Peserta tidak hanya dituntut untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga berinteraksi, berkomunikasi dan membangun kebersamaan.

Bagi Demokrat Tulungagung, momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk mempertemukan kader dalam suasana yang lebih cair dan informal.

Terlebih, kegiatan tersebut digelar secara serentak di berbagai wilayah sesuai arahan pusat dan turut dipantau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Kegiatan juga disiarkan secara langsung.

Peserta kemudian diarahkan untuk segera mendaftarkan diri dan kelompok masing-masing. Untuk kategori individu, panitia tidak membatasi jumlah peserta.

Riuh perlombaan akhirnya menjadi gambaran kecil bahwa kekuatan struktur organisasi tidak hanya dibangun melalui rapat dan agenda formal. Interaksi langsung antarkader juga menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan kebersamaan.

Di tengah persiapan menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Tulungagung membawa pesan bahwa menjaga mesin organisasi tetap bergerak membutuhkan lebih dari sekadar struktur.

Komunikasi, kedekatan dan soliditas kader menjadi modal penting untuk menjaga organisasi tetap berjalan dengan baik.

Melalui perlombaan rakyat yang sederhana namun penuh kegembiraan, Demokrat Tulungagung mencoba menjadikan perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat barisan internal partai sebelum menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan.

Jurnalis: Pandhu