Sarmuji serahkan bantuan Alsintan dan Beasiswa.
BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar sekaligus Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI, Sarmuji, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti sebatas catatan.
Setiap masukan dan kebutuhan warga, menurut Sarmuji, harus diupayakan agar dapat ditindaklanjuti melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Sarmuji saat bertemu masyarakat di Hotel Ilhami, Blitar, Sabtu (22/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sarmuji didampingi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Golkar Jairi serta Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fraksi Golkar Anik Wahjuningsih dan Ismail Namsa.
Sarmuji mengatakan, aspirasi yang diterimanya dari masyarakat cukup beragam. Mulai dari kebutuhan sarana produksi pertanian, bantuan rumah ibadah, pendidikan, hingga pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda.
«“Aspirasi masyarakat bermacam-macam, mulai dari sarana produksi pertanian, permohonan bantuan untuk rumah ibadah atau hal-hal yang lain, seperti pengembangan wirausaha pemuda,” ujar Sarmuji.»
Menurutnya, penyerapan aspirasi merupakan bagian penting dari tugas sebagai wakil rakyat. Karena itu, setiap aspirasi yang masuk akan dipetakan dan diupayakan tindak lanjutnya sesuai program serta kewenangan yang tersedia.
Salah satu contoh, kata Sarmuji, adalah pengembangan kelompok tani pemuda di Kecamatan Wates. Saat melakukan kunjungan, ia melihat langsung pemanfaatan bantuan untuk mengembangkan pertanian hidroponik, termasuk budidaya melon.
“Kemarin saya ke Wates melihat peruntukan bantuan untuk kelompok tani pemuda menjadi hidroponik melon dan sebagainya. Banyak sekali aspirasi itu dan kita berusaha untuk menindaklanjuti aspirasi hari ini,” katanya.
Serahkan Traktor dan Beasiswa
Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bantuan itu antara lain berupa beasiswa serta alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor besar untuk kelompok tani.
Penyerahan bantuan alsintan dilakukan secara simbolis dengan didampingi Jairi dan jajaran anggota DPRD setempat.
Sarmuji menekankan, bantuan pemerintah maupun hasil perjuangan aspirasi masyarakat harus memberikan dampak nyata. Bantuan pertanian, misalnya, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mempercepat pengolahan lahan, sekaligus mendorong peningkatan produksi.
«“Kita serahkan beberapa bantuan, termasuk juga beasiswa, lalu kita serahkan alsintan berupa traktor besar pada kelompok tani,” jelasnya.»
Ia berharap kelompok penerima dapat menjaga sekaligus menggunakan bantuan tersebut secara maksimal dan bersama-sama. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima secara individual, tetapi juga dapat membantu lebih banyak petani.
«“Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik, bisa menambah produksi, terutama di sektor pertanian, dan bisa lebih menyejahterakan masyarakat, khususnya kaum tani,” tuturnya.»
Dorong Regenerasi Petani
Menurut Sarmuji, dukungan terhadap kelompok tani pemuda juga menjadi bagian penting dalam mendorong regenerasi petani.
Pengembangan hidroponik dan budidaya melon menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat dikembangkan dengan pendekatan teknologi sekaligus memiliki peluang ekonomi bagi generasi muda.
Karena itu, ia mendorong agar anak-anak muda tidak memandang sektor pertanian sebagai pekerjaan tradisional semata. Dengan inovasi, teknologi dan pengelolaan yang baik, pertanian dinilai mampu menjadi sektor usaha yang produktif dan menjanjikan.
Selain memastikan bantuan tepat sasaran dan bermanfaat, Sarmuji juga memberikan perhatian terhadap proses penyalurannya. Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh dibebani pungutan dalam menerima bantuan yang menjadi hak mereka.
Ia bahkan meminta masyarakat segera melapor apabila ada pihak yang meminta uang dalam proses penyaluran bantuan.
«“Tanpa biaya. Kalau ada yang mengutip biaya, tolong dilaporkan ke saya,” tegas Sarmuji.»
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa bantuan harus diterima masyarakat sesuai ketentuan tanpa adanya pungutan yang tidak semestinya.
Sarmuji menyebut, dalam kegiatan tersebut terdapat tiga bantuan untuk wilayah setempat. Sementara bantuan lainnya juga disalurkan di sejumlah daerah sesuai aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
«“Yang di sini tiga. Di tempat lain ada. Ya, di daerah sini tiga, di kabupaten tiga, di daerah lain juga masih ada,” ungkapnya.»
Ia menambahkan, komunikasi dengan masyarakat akan terus dilakukan. Aspirasi yang berkaitan dengan pertanian, pendidikan, keagamaan maupun pengembangan ekonomi akan menjadi bahan untuk diperjuangkan dan dicarikan jalan keluarnya melalui program yang tersedia.
Bagi Sarmuji, ukuran keberhasilan sebuah bantuan bukan sekadar berapa banyak bantuan yang disalurkan, melainkan seberapa besar manfaatnya setelah diterima masyarakat.
Karena itu, ia meminta penerima bantuan menjaga dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Khusus bantuan alsintan, penggunaannya diharapkan dilakukan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Dengan pola tersebut, penyerapan aspirasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan pencatatan. Aspirasi masyarakat harus berujung pada program yang produktif, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta menjawab kebutuhan nyata warga.
Jurnalis: Etok













