BisnisEditorialStrategyTulungagung

KADIN Tulungagung Dorong Kopi Lokal Naik Kelas, Peserta Pelatihan Barista Ditantang Ciptakan Produk Ikonik

×

KADIN Tulungagung Dorong Kopi Lokal Naik Kelas, Peserta Pelatihan Barista Ditantang Ciptakan Produk Ikonik

Sebarkan artikel ini

Direktur KADIN Institute Tulungagung, Eko Wahyudi, S.Pd.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tulungagung terus mendorong pengembangan industri kopi lokal agar tidak berhenti pada budaya ngopi dan menjamurnya kedai kopi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Barista bertajuk From Bean to Business yang digelar di Kantor KADIN Tulungagung, Jalan Adi Sucipto No. 47, Kenayan, Kecamatan Tulungagung.

Pelatihan yang diikuti 36 peserta dari berbagai latar belakang itu tidak hanya berfokus pada keterampilan meracik kopi, tetapi juga membekali peserta dengan wawasan bisnis, strategi pengembangan usaha, hingga peluang membangun industri kopi yang berkelanjutan.

Direktur KADIN Institute Tulungagung, Eko Wahyudi, S.Pd., hadir sebagai narasumber dengan materi yang mencakup tren dan peluang bisnis kopi, strategi membangun usaha berkelanjutan, pengalaman praktisi industri, serta pentingnya membangun jejaring dengan komunitas dan pelaku usaha kopi.

Ketua KADIN Tulungagung, Rifqi Firmansyah, S.H.

Ketua KADIN Tulungagung, Rifqi Firmansyah, S.H., mengatakan pertumbuhan kedai kopi dan tingginya minat masyarakat terhadap budaya ngopi merupakan peluang ekonomi yang harus dikelola secara lebih serius. Menurutnya, kopi tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai minuman atau tren gaya hidup, tetapi harus ditempatkan sebagai komoditas bisnis yang memiliki prospek besar.

“ Kami ingin para pelaku usaha dan barista melihat kopi bukan lagi sebatas minuman penahan kantuk atau rutinitas nongkrong, melainkan sebagai sebuah entitas bisnis unggulan yang memiliki masa depan industri,” ujar Rifqi.

Ia menegaskan, pengembangan sektor kopi membutuhkan perubahan pola pikir dari sekadar menjual minuman menjadi membangun produk dan bisnis yang memiliki nilai tambah serta daya saing. Karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membentuk pelaku usaha yang mampu membaca peluang pasar dan menciptakan produk dengan karakter yang kuat.

Sebagai bentuk motivasi, Rifqi memberikan tantangan kepada seluruh peserta agar dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan kembali dengan membawa produk kopi inovatif yang memiliki keunikan dan berpotensi menjadi identitas kopi Tulungagung.

Tidak hanya itu, peserta juga didorong menyusun proposal bisnis yang matang. Proposal tersebut diharapkan mampu menggambarkan konsep usaha secara menyeluruh, mulai dari potensi produk, strategi pemasaran, kebutuhan modal hingga peluang pengembangan usaha ke depan.

KADIN Tulungagung, lanjut Rifqi, siap mengambil peran sebagai penghubung apabila produk yang dikembangkan peserta memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Salah satunya dengan mempertemukan pelaku usaha dengan investor maupun pihak-pihak yang memiliki kapasitas dalam pengembangan industri.

Langkah tersebut diarahkan untuk membuka peluang lahirnya perusahaan pengolahan kopi berskala lebih besar di Tulungagung. Dengan demikian, rantai bisnis kopi tidak berhenti pada kedai dan konsumen, tetapi berkembang dari pengolahan bahan baku, produksi, pengemasan, pemasaran hingga perluasan pasar.

Proses pelatihan Barista

Di tengah persaingan usaha kedai kopi yang semakin ketat, Rifqi justru melihat kondisi tersebut sebagai hal positif. Menurutnya, persaingan dapat mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, serta menemukan karakter bisnis yang membedakan mereka dari kompetitor.

“Persaingan itu justru harus menjadi pemicu untuk berinovasi. Pelaku usaha harus terus mencari sesuatu yang baru agar mampu memenangkan hati konsumen,” tegasnya.

Melalui pelatihan From Bean to Business, KADIN Tulungagung berharap lahir generasi baru pelaku usaha kopi yang tidak hanya terampil sebagai barista, tetapi juga mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

Ke depan, KADIN mendorong pengembangan kopi Tulungagung dari sektor hulu hingga hilir. Kopi diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat melalui kedai-kedai lokal, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, menarik investasi, dan mengangkat nama Tulungagung di pasar yang lebih luas.

Jurnalis: Pandhu