KH Imam Mawardi Ridlwan, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur.
Kuota Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional PW IPHI Jatim Angkatan III Penuh, Antusias Peserta Tinggi
SURABAYA, HARIAN NEWS – Minat masyarakat mengikuti Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional Angkatan III yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur membludak. Tingginya antusiasme peserta membuat kuota kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026 tersebut telah terpenuhi.
Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan, Senin (6/7/2026), menjelaskan bahwa program sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas pembimbing haji di Indonesia.
Menurutnya, PW IPHI Jawa Timur sebagai mitra Kementerian Haji berkomitmen menghadirkan pembimbing yang memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan dalam mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional merupakan ikhtiar IPHI untuk mendampingi dan menjaga jamaah haji melalui para pembimbing yang profesional. Mereka adalah tamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati,” ujar KH Imam Mawardi Ridlwan.
Pria yang akrab disapa Abah Imam itu menuturkan, sertifikasi menjadi bagian penting dalam memastikan jamaah Indonesia memperoleh pendampingan yang terstruktur, sesuai syariat, dan dilakukan oleh tenaga yang benar-benar kompeten.
Ia menyebut sebagian besar jamaah Indonesia merupakan jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan peran pembimbing yang mampu memberikan arahan secara baik, baik dari sisi ibadah maupun pendampingan sosial selama di Tanah Suci.
Selain itu, para pembimbing juga diharapkan mampu mendampingi jamaah dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia, termasuk jamaah lanjut usia (lansia).
“Pembimbing harus mampu membantu jamaah dari berbagai latar belakang, termasuk jamaah lansia selama berada di Tanah Haramain,” jelasnya.
Abah Imam menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan ibadah, meminimalisasi kebingungan jamaah, serta memberikan perlindungan dan rasa aman selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Ia menegaskan tingginya animo peserta pada angkatan ketiga menunjukkan meningkatnya kesadaran pentingnya kompetensi bagi para pembimbing haji.
“Peminat sertifikasi pembimbing haji profesional sangat tinggi sehingga kuota peserta telah penuh. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan keberkahan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, persyaratan mengikuti sertifikasi tersebut antara lain telah menunaikan ibadah haji, berusia minimal 30 tahun, serta memiliki pendidikan terakhir minimal sarjana.
Jurnalis : IM/AG













