Abah Imam Mawardi Ridlwan, Wakil Ketua LD PWNU Jatim saat menyampaikann pesan pada siswa SSA Laren, Lamongan, Jawa Timur, Jum’at( 19/6/2026).
LAMONGAN, HARIAN-NEWS.com — Semilir angin Bengawan Solo yang berembus di Laren, Kabupaten Lamongan, Jumat (19/6/2026), seolah membawa pesan mendalam tentang pendidikan. Di tengah suasana sederhana namun hangat di Sahabat Sinar Alam (SSA), pendidikan dimaknai bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, tetapi juga pembentukan lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter anak.
Di hadapan para wali murid dan siswa SSA Laren Lamongan, KH Imam Mawardi Ridlwan, Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, menekankan pentingnya bi’ah atau lingkungan dalam membangun masa depan anak.
“Orang tua yang baik adalah yang mampu memilih lingkungan terbaik untuk anaknya,” ujar Imam.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari budaya yang dibangun di dalamnya.
Ia mencontohkan, guru yang hadir tepat waktu, menyambut murid dengan hangat, hingga membiasakan lantunan ayat suci Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar dimulai.
“Bi’ah yang ditata dengan Al-Qur’an akan memberi energi pada murid,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Imam juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak.
Ia menyebut tirakat di zaman sekarang bisa diwujudkan dalam hal sederhana, seperti mengurangi ketergantungan terhadap telepon genggam.
“Kalau orang tua lebih mementingkan handphone daripada komunikasi dengan anak, jangan berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah,” tuturnya.
Usai kegiatan haflah, Imam kembali menegaskan bahwa orang tua tidak boleh bersikap pasif terhadap perkembangan pendidikan anak.
“Kalau ingin anak berkualitas, jangan pasrah bongkokan. Harus kolaboratif, partisipatif, dan kolegial,” katanya.
Ia juga mengajak wali murid memiliki sikap nastiti, yakni kesadaran untuk menempatkan hak dan kewajiban secara seimbang dalam mendampingi pendidikan anak.
Sementara itu, pendiri SSA Laren, Syaifudin, menjelaskan kuota siswa PAUD dan TK tahun ajaran 2026/2027 telah terpenuhi. Namun untuk tingkat SD masih tersedia kursi bagi calon peserta didik baru.
“Keterbatasan fasilitas membuat kami saat ini hanya mampu membuka satu kelas,” jelasnya.
Menutup pesannya, Imam yang juga menjabat Sekretaris PW IPHI Jawa Timur mengajak para wali murid untuk mengedepankan keikhlasan, tawakal, dan kepercayaan terhadap proses pendidikan.
“Wali murid wajib ridho anaknya dididik dengan kedisiplinan,” pungkasnya.
Di tepian Bengawan Solo, pesan itu terasa menancap kuat. Semilir angin seakan ikut mengantarkan pesan pendidikan dari SSA Laren ke rumah-rumah para wali murid: bahwa lingkungan yang baik akan melahirkan generasi yang baik pula.
Jurnalis: AIM














