Caption foto: Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh, S.IP., M.AP., dan jajaran menghadiri Muscab VI PAN Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (20/6/2026).
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Di saat sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin politik dan memasang target besar menuju Pemilu 2029, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Tulungagung memilih mengambil langkah berbeda. Partai berlambang matahari putih itu lebih memilih melakukan evaluasi internal dan pembenahan organisasi dibanding berbicara target kursi.
Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh, S.IP., M.AP., mengakui perolehan dua kursi DPRD pada Pemilu sebelumnya menjadi catatan penting yang harus dievaluasi bersama.

Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari kurang optimalnya kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika politik, termasuk perubahan konfigurasi daerah pemilihan (dapil).
“Partai harus berani mengakui kesalahannya sendiri. Tanpa evaluasi yang jujur, sulit berbicara tentang kemajuan,” ujar Rijal usai menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VI PAN Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (20/6/2026).
Ia menegaskan bahwa tantangan PAN saat ini bukan sekadar menambah jumlah kursi legislatif, tetapi memastikan roda organisasi berjalan aktif hingga tingkat bawah.
Menurutnya, kekuatan politik tidak dibangun melalui baliho, slogan, atau aktivitas sesaat menjelang pemilu, melainkan melalui konsistensi kerja organisasi dan kedekatan nyata dengan masyarakat.
Sebagai langkah konsolidasi, PAN Tulungagung telah menetapkan sekitar 110 calon formatur yang akan bertugas menyusun serta memperkuat struktur kepengurusan di 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kembali fondasi organisasi partai secara berkelanjutan.
Rijal juga menyoroti pentingnya mengubah pola hubungan antara partai dan masyarakat yang selama ini kerap bersifat musiman.
Menurutnya, kader partai harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar muncul ketika momentum pemilu tiba.
Karena itu, PAN Tulungagung mulai memberi perhatian lebih pada penguatan program pendidikan politik bagi kader. Program tersebut diharapkan mampu mencetak kader yang memiliki kemampuan organisasi, memahami persoalan masyarakat, dan mampu memperjuangkan aspirasi publik secara nyata.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik masih menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui kerja nyata.
“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan sekadar janji, tetapi bukti nyata kehadiran partai di tengah persoalan yang mereka hadapi,” katanya.
Ke depan, pembenahan organisasi yang dilakukan PAN Tulungagung diharapkan tidak berhenti pada pergantian struktur kepengurusan, tetapi dapat menghasilkan kerja politik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Jurnalis : Pandhu














