OlahragaPolitikTulungagung

Rijal Abdulloh Ajak Anak Muda Melek Politik Lewat Tren Lari yang Kian Digemari

×

Rijal Abdulloh Ajak Anak Muda Melek Politik Lewat Tren Lari yang Kian Digemari

Sebarkan artikel ini
 Rijal Abdulloh, S.IP., M.AP   Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dan Ketua DPD PAN Tulungagung.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap forum-forum politik konvensional, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tulungagung memilih cara yang berbeda. Bukan melalui mimbar pidato atau rapat formal, melainkan lewat tren lari yang kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.

Pagi itu, belasan peserta dari kalangan milenial dan Generasi Z tampak memadati titik kumpul kegiatan lari bersama yang digagas PAN Tulungagung. Suasana berlangsung santai. Tak terlihat atribut politik yang mencolok, hanya derap langkah para pelari yang berpadu dengan obrolan ringan tentang kehidupan, komunitas, hingga masa depan daerah.

Fenomena tersebut menjadi gambaran perubahan cara partai politik membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang selama ini cenderung menjaga jarak dari aktivitas politik formal.

Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh, S.IP., M.AP., mengatakan kegiatan lari bersama merupakan bagian dari upaya menghadirkan politik yang lebih dekat, terbuka, dan mudah diterima semua kalangan.

Menurutnya, olahraga lari dipilih karena saat ini menjadi salah satu aktivitas yang digemari masyarakat, terutama anak muda. Selain menyehatkan, olahraga ini juga mudah diakses siapa saja tanpa memerlukan biaya besar.
“Lari adalah olahraga yang sederhana dan bisa diikuti siapa saja. Cukup memakai sepatu dan pakaian olahraga, masyarakat sudah bisa bergabung. Karena itu kami melihat olahraga ini sebagai sarana yang efektif untuk membangun komunitas dan memperluas ruang interaksi,” ujar Rijal.

Di balik kegiatan olahraga tersebut, PAN Tulungagung membawa misi yang lebih besar, yakni membangun komunikasi yang lebih cair dengan kelompok pemilih muda yang kini mendominasi komposisi pemilih dalam berbagai pemilihan umum.
Sejumlah data pemilu menunjukkan bahwa generasi milenial dan Gen Z menjadi kekuatan elektoral terbesar. Namun di sisi lain, kelompok ini juga dikenal kritis dan sering menunjukkan sikap skeptis terhadap partai politik.

Kondisi tersebut mendorong PAN Tulungagung untuk menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan karakter anak muda masa kini, yaitu melalui aktivitas komunitas yang dekat dengan keseharian mereka.

Rijal menegaskan kegiatan yang digelar tidak diperuntukkan khusus bagi kader partai. Sebaliknya, seluruh masyarakat dapat bergabung tanpa melihat latar belakang politik, profesi, maupun organisasi.
“Rumah PAN terbuka untuk siapa saja. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul, berjejaring, berolahraga, dan berdiskusi. Tidak ada sekat-sekat politik dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Melalui pendekatan komunitas, PAN berharap mampu meningkatkan literasi politik masyarakat secara bertahap. Politik, menurut Rijal, tidak semestinya dipahami hanya sebagai perebutan kekuasaan menjelang pemilu, melainkan sebagai instrumen penting untuk menentukan arah pembangunan daerah.

Karena itu, ruang-ruang interaksi informal dinilai efektif untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi dari akar rumput, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital dibanding forum politik formal.
“Harapan kami sederhana. Masyarakat semakin melek politik, semakin kritis terhadap berbagai persoalan publik, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang objektif. Demokrasi yang sehat lahir dari warga yang memiliki pengetahuan dan kesadaran politik yang baik,” tuturnya.

Langkah yang ditempuh PAN Tulungagung menunjukkan bahwa wajah politik terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika dahulu partai lebih sering hadir melalui rapat dan kampanye formal, kini pendekatan dilakukan melalui aktivitas yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Dari lintasan lari yang sederhana itu, tersimpan pesan bahwa politik tidak harus selalu hadir dalam suasana kaku dan penuh sekat. Politik juga bisa tumbuh dari ruang kebersamaan, komunitas yang sehat, serta generasi muda yang sadar akan perannya dalam menentukan masa depan demokrasi dan pembangunan daerah.

Jurnalis: Pandhu