Majid Widigdo Korwil Jatim Relawan Bolone Mase Indonesia.
TULUNGAGUNG, HARIAN NEWS – Relawan Bolone Mase Indonesia Jawa Timur menggelar konsolidasi organisasi bersama jajaran Korda Tulungagung di Intan Jaya Resto Cafe, Tulungagung, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya membahas penguatan jaringan organisasi, tetapi juga menyoroti tantangan bangsa di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi informasi.
Korwil Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, Majid Widigdo, menegaskan bahwa relawan saat ini tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga persatuan, stabilitas informasi, dan ketahanan bangsa.
Menurut Majid, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, ancaman krisis pangan, hingga konflik geopolitik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia. Kondisi tersebut menuntut seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat daya tahan nasional.
“Indonesia harus memiliki ketahanan yang kuat, baik di bidang pangan maupun informasi. Masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan dapat memecah persatuan bangsa,” ujar Majid.
Ia menilai perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, disinformasi, dan berbagai narasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Karena itu, Majid mengajak seluruh relawan Bolone Mase Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan literasi digital dengan mengedepankan informasi yang benar, edukatif, dan membangun optimisme masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya program ketahanan pangan sebagai langkah strategis menghadapi berbagai kemungkinan dampak krisis global di masa mendatang.
“Ketahanan pangan merupakan salah satu kunci kemandirian bangsa. Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sehingga tidak bergantung pada negara lain ketika terjadi krisis global,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Majid kembali menegaskan bahwa Bolone Mase Indonesia merupakan wadah persaudaraan yang dibangun atas dasar kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, sejak awal jaringan Bolone Mase hadir untuk memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Bolone Mase bukan sekadar organisasi, tetapi rumah persaudaraan. Karena itu, relawan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi penggerak kebaikan, memberikan manfaat, dan ikut menjaga persatuan bangsa,” katanya.
Majid juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan relawan Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, mulai dari bantuan kepada pondok pesantren, santunan anak yatim, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Menutup arahannya, Majid mengajak seluruh relawan untuk terus memperkuat kapasitas diri, menjaga kekompakan organisasi, serta berperan aktif dalam mendukung program-program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
“Kita harus siap menjadi pelayan masyarakat, penguat persaudaraan, sekaligus penjaga optimisme bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Jurnalis: Pandhu













