DaerahPendidikanTulungagung

SMPN 1 Tulungagung Mulai Digitalisasi Pembelajaran

×

SMPN 1 Tulungagung Mulai Digitalisasi Pembelajaran

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — SMPN 1 Tulungagung mulai bergerak menuju transformasi pendidikan digital melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menjawab tantangan pendidikan modern di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Kepala SMPN 1 Tulungagung, Drs. Heni Hendarto, M.Pd., mengatakan metode pembelajaran harus mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dari pola pikir generasi saat ini yang tumbuh di era digital.
“Kalau metode pembelajaran tidak ikut berubah, sekolah akan tertinggal dari cara berpikir anak-anak zaman sekarang,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Melalui perangkat IFP berbasis layar sentuh, guru kini dapat menyampaikan materi pembelajaran secara lebih interaktif. Tidak hanya menampilkan materi, perangkat tersebut juga mendukung video edukasi, simulasi visual, grafik interaktif, hingga media belajar digital yang membuat siswa lebih aktif di dalam kelas.

Suasana pemaparan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di SMPN 1 Tulungagung
sebagai langkah digitalisasi pembelajaran untuk menciptakan kelas interaktif dan modern.

Suasana pembelajaran yang sebelumnya cenderung satu arah kini berubah lebih dinamis. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga ikut berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran.

Menurut Heni, perubahan itu mulai berdampak pada meningkatnya antusiasme siswa saat belajar.
“Anak-anak lebih semangat. Mereka merasa belajar itu menyenangkan, bukan sekadar kewajiban,” katanya.

Namun di tengah semangat digitalisasi tersebut, sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana. Saat ini SMPN 1 Tulungagung baru memiliki satu unit IFP yang diperoleh melalui bantuan pemerintah pusat.

Karena keterbatasan itu, penggunaan perangkat dilakukan secara bergilir dengan pengaturan jadwal yang disusun bidang kurikulum agar seluruh guru tetap dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Meski fasilitas belum memadai, sekolah memilih tetap bergerak maju dan menjadikan perangkat tersebut sebagai awal perubahan budaya belajar di lingkungan sekolah.

Ke depan, SMPN 1 Tulungagung berharap dapat menambah dua hingga tiga unit IFP lagi apabila kondisi anggaran memungkinkan.

Selain fokus pada penguatan teknologi pembelajaran, sekolah juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan etika digital kepada siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Anak-anak harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap tahu batas. Teknologi harus menjadi alat untuk berkembang, bukan justru membawa mereka kehilangan arah,” tegas Heni.

Langkah yang dilakukan SMPN 1 Tulungagung menjadi bukti bahwa sekolah daerah juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi pembelajaran berbasis digital.
Jurnalis : Pandhu.