
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung mulai mengusung gaya politik yang lebih santai, terbuka, dan dekat dengan generasi muda. Lewat konsep “politik riang gembira”, Golkar ingin menghadirkan wajah politik yang lebih asyik, kreatif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Konsep tersebut disampaikan dalam acara penyambutan kader baru di halaman Kantor DPD Golkar Tulungagung, Sabtu (2/5/2026), yang dihadiri jajaran Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Timur serta pengurus baru daerah.
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, mengatakan pendekatan baru ini menyesuaikan kondisi masyarakat saat ini yang didominasi generasi muda.
“Lebih dari 50 persen penduduk sekarang adalah generasi milenial dan Gen Z. Mereka harus dilibatkan aktif dalam politik karena masa depan kebijakan ada di tangan mereka,” ujarnya.

Menurut Jairi, selama ini politik sering dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, hampir semua urusan masyarakat berkaitan dengan kebijakan politik, mulai administrasi kependudukan hingga layanan publik.
Dalam penerapannya, Golkar Tulungagung membawa tiga semangat utama, yakni bersenang-senang, berkarya, dan berdampak.
Pendekatan bersenang-senang dimaknai sebagai upaya menciptakan suasana politik yang tidak kaku dan lebih humanis agar diminati anak muda. Sementara berkarya berarti setiap kader harus memberi kontribusi nyata, bukan sekadar hadir di acara partai.
Sedangkan berdampak berarti seluruh kegiatan politik harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Politik harus bisa dirasakan manfaatnya, bukan hanya jadi aktivitas internal partai,” tegas Jairi.
Beberapa bulan terakhir, Golkar Tulungagung mulai menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga, seperti kelas memasak, kelas kecantikan, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM.
Program itu dinilai sebagai langkah mengubah pendekatan politik dari sekadar formalitas menjadi lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, para pengurus juga diminta aktif turun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan warga. Evaluasi kinerja dilakukan rutin, termasuk pemetaan daerah pemilihan.
“Pengurus tidak boleh aktif hanya saat pemilu. Harus hadir terus di tengah masyarakat,” katanya.
Sebagai strategi jangka panjang, Golkar Tulungagung juga memperkuat regenerasi melalui organisasi sayap AMPG dan AMPI untuk menumbuhkan kesadaran politik sejak dini.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut juga hadir komika lokal yang menyampaikan kritik lewat sesi roasting. Langkah ini disebut sebagai bentuk keterbukaan partai menerima masukan publik.
“Kritik dengan cara santai kadang lebih jujur dan mudah diterima,” tambah Jairi.
Ke depan, Golkar Tulungagung menargetkan peningkatan kepercayaan publik lewat kerja nyata, termasuk membantu masyarakat mengurus layanan birokrasi seperti perizinan usaha dengan sistem jemput bola.
Dengan strategi itu, Golkar berharap mampu membangun citra politik yang lebih responsif, dekat, dan relevan bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Jurnalis: Pandhu/Rif













