
TULUNGAGUNG,HARIAN-NEWS.com – Suasana halaman Kantor Badan KesatuanbBangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung mendadak riuh dipenuhi tawa
dan sorak sorai pada Jumat (22/8/2035). Keluarga besar Bakesbangpol menggelar beragam lomba Agustusan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut menghadirkan berbagai jenis perlombaan unik, mulai dari Mancing Emosi, Air Terbang, Hembusan Maut, Corong Sakti,
hingga Karet Dalam Tepung. Masing-masing lomba menghadirkan keseruan dan tawa, membuat suasana kekeluargaan semakin terasa erat.
Salah satu lomba yang paling menyita perhatian adalah “Hembusan Maut”.
Peserta ditantang untuk meniup gelas plastik yang digantung pada seutas tali hingga mencapai garis akhir. Meski terkesan sederhana, lomba ini butuh tenaga, konsentrasi, dan strategi. Sorak sorai rekan kerja semakin menambah semangat peserta, sementara tawa pecah setiap kali gelas tersendat di tengah jalan.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga bentuk refleksi nilai kebangsaan.
“Kita memperingati hari kemerdekaan dengan penuh kebersamaan. Lomba-lomba ini menjadi sarana refreshing setelah sebelumnya kita fokus pada pengibaran benderanbersama adik-adik Paskibraka. Semangat para karyawan luar biasa, dan ini menunjukkan betapa nilai kebangsaan, persatuan, dan kebhinekaan tetap hidup di tengah kita,” ujarnya.
Agus menambahkan, sebagai lembaga yang berhubungan erat dengan wawasan kebangsaan, Bakesbangpol berupaya menanamkan rasa cinta tanah air tidak hanya kepada pegawai, tetapi juga kepada para siswa SMA yang sedang menjalani praktek kerja lapangan
(PKL) di kantornya.
“Nilai-nilai kebangsaan harus terus digelorakan, baik melalui kegiatan formal maupun acara sederhana seperti ini,” imbuhnya.
Keseruan acara ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Sulung, mahasiswi UIN Sayyid Rahmatullah Tulungagung yang ikut ambil bagian, mengaku sangat bahagia bisa merasakan
momen kebersamaan tersebut.
“Motivasi saya ikut lomba ini untuk silaturahmi sekaligus seru-seruan bersama keluarga
besar Bakesbangpol. Rasanya sangat senang, apalagi bisa mempererat persatuan dan kekompakan,” ungkapnya.
Lomba Agustusan ini tidak hanya meninggalkan tawa, tetapi juga kesan mendalam bagi seluruh peserta. Lebih dari sekadar permainan, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta pengingat nilai perjuangan dalam meraih dan menjaga
kemerdekaan.
Dengan penuh semangat, keluarga besar Bakesbangpol Tulungagung membuktikan perayaan hari kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara sederhana, namun tetap sarat makna.
Jurnalis : Pandhu
Editor Tanu Metir