160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

SMAN 1 Boyolangu Perkuat Pendidikan Peringati Isra Mi’raj Karakter dan Spirit Keimanan Siswa

Gus Ubed sedang menyampaikan tausiyah Peringatan Isra’ Mi’ tak di SMA Negeri 1 Boyolangu, Kabupatatenn Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Suasana khidmat menyelimuti halaman SMAN 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/1/2026). Ratusan siswa tampak duduk tertib mengikuti Pengajian Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sebuah momentum reflektif yang digelar sekolah untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus membangun karakter generasi muda.

Mengusung tema “Menghidupkan Spirit Perjalanan Langit untuk Membangun Bumi yang Cerdas”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan spiritual dengan visi pendidikan modern yang menekankan keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan moral.

Subagas Kepala SMA Negeri 1 Boyolangu, Tulingagung, Jawa Timur.

Kepala SMAN 1 Boyolangu, Subagas, S.Pd., menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan sarana strategis untuk menanamkan fondasi nilai kehidupan kepada para siswa.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menambah keimanan siswa, agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” ujar Subagas di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, peristiwa Isra Mi’raj memiliki makna penting dalam sejarah Islam karena di dalamnya terkandung perintah shalat. Nilai-nilai shalat, menurutnya, sangat relevan dengan dunia pendidikan karena mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalani kehidupan.
“Shalat adalah tiang kehidupan. Siapa yang mampu menegakkannya, maka ia akan memiliki keseimbangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat,” imbuhnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam konteks penguatan pendidikan karakter, sekolah berharap pengajian ini mampu mendorong perubahan sikap siswa, mulai dari meningkatnya semangat menuntut ilmu, kemampuan mengamalkan pengetahuan, hingga pembentukan adab dan etika dalam berinteraksi dengan guru, orang tua, maupun lingkungan sekitar.
“Menjadi anak yang saleh itu dimulai dari tholabul ilmi, mencari ilmu, lalu mengamalkannya. Yang tak kalah penting adalah adab,” tambah Subagas.

Pengajian Isra Mi’raj tersebut menghadirkan Gus Ubed (M. Ubaidillah Asyfa’i) sebagai penceramah. Dai muda yang dikenal dekat dengan kalangan pelajar ini dinilai mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara kontekstual dan mudah dipahami oleh generasi sekolah.
“Beliau sangat familiar dengan anak-anak. Cara penyampaiannya sederhana dan komunikatif, sehingga pesan Isra Mi’raj bisa diterima dengan baik oleh siswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Subagas menekankan bahwa keberhasilan kegiatan keagamaan tidak diukur dari satu hari pelaksanaan, melainkan dari perubahan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Indikatornya antara lain meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab terhadap tugas, serta capaian prestasi akademik dan nonakademik.

750 x 100 AD PLACEMENT

Untuk menjaga nilai-nilai tersebut tetap hidup, peran guru dan tenaga pendidik dinilai sangat krusial. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga teladan dan pendamping bagi siswa.
“Guru harus menjadi contoh nyata dan terus memantau perkembangan siswa, baik di kelas maupun dalam peran sebagai wali kelas,” pungkasnya.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, SMAN 1 Boyolangu menegaskan komitmennya mencetak pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Jurnalis: Pandhu/AG

750 x 100 AD PLACEMENT

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !