

Bambang Triono, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung
Pencegahan Covid-19, Dinkes Pantau Kedatangan Orang di Tulungagung
HARIAN-NEWS.COM (TULUNGAGUNG) – – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terus berupaya lakukan pencegahan terjadinya penyebaran Virus corona atau Covid-19. Seperti yang dikatakan oleh Bambang Triono, selaku Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Jumat (3/04/2020).
Sejauh ini sudah mengambil langkah cepat terkait pemutusan mata rantai virus corona. Dengan cara telusur atau surveilans artinya orang yang pernah kotak dalam tempo 14 hari pada pasien positif Covid-19, harus di cari, bila ketemu baru di evaluasi, selanjutnya bila melihat ada gejala pada orang tersebut harus di rapid tes, bilamana hasilnya positif baru di swab untuk memastikan pasien negatif negatif Covid-19 .
“Kalau repites 20 menit jadi. Bila di swab harus dikirim di Jakarta atau Surabaya, rata-rata hasilnya satu minggu,” katanya.
Dijelaskan Bambang, kalau akurasinya repites hasilnya masih fifty-fifty artinya pasien positif repites belum berani memastikan yang bersangkutan positif corona, namun mengarah ada virus-virus kesana.
Upaya pencegahan juga di genjarkan terhadap pendatang baru, yaitu pekerja imigran resmi maupun ilegal, alasannya sudah masuk kategori orang dalam resiko (ODR). ia pun mengakui yang menjadi permasalahannya sekarang di Tulungagung masih ada TKI pulang dengan cara ilegal.
“Kita gencarkan pengawasan kepada pendatang baru. Bukan TKI saja melainkan pendatang baru dari luar kota, entah itu asli warga Tulungagung atau bukan,” paparnya.
Kendati demikian, masyarakat tak perlu khawatir, antara Dinkes dan Disnakertrans sudah berkoordinasi, terkait data seberapa jumplah TKI yang akan pulang.
“Jangan panik, hampir setiap hari kita kordinasi sama Disnakertrans,” tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sistem penanganan untuk mendeteksi sudah berjalan baik, salah satu bukti yaitu mulai dari RT/RW, Perangkat desa, Lurah, Camat, Polsek dan pihak terkait lainnya saling kordinasi, setiap ada warga baru pulang langsung harus lapor bidan desa atau perawat desa dicek kesehatannya.
Upaya penanganan terhadap ODR, ia mengatakan, Dinkes dan pihak terkait sudah lakukan pemantauan dilapangkan, melalui kordinasi dengan puskesmas sampai 14 hari mereka datang, serta lakukan pembatasan agar mereka tidak keluar-keluar rumah.
“Harus segera dilaporkan bila ada warga dari luar negeri, dicek, lanjut di karantina mandiri di rumah,” tegasnya.
Saat ini, di wilayah Tulungagung, terakumulasi orang dalam resiko (ODR) sampai hari ini yang terdata berjumlah 486. Orang dalam pemantauan (ODP) komolatif ada 726. Pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspek ada 44 pasien, dengan rincian sembuh secara klinis ada 24 pasien
Diantaranya 24 PDP yang telah dinyatakan sebuh secara klinis, ada 14 pasien sudah dinyatakan negatif, tapi masih dirawat, yang lainya masih menunggu hasil swab dari Jakarta.
Selajutnya PDP yang meninggal ada 6 disebabkan ada yang sakit kronis, penyakit ginjal, paru-paru, jantung, semuanya cenderung karena penyakit penyertaan, dan pasien terkonfirmasi 1 pasien.
“Terus kita melakukan pemantauan untuk perkembangan virus Covid-19 di wilayah Tulungagung dan sejauhi ini sudah lakukan dengan cara Update informasi setiap hari jam 15.00,” tutupnya. (Agp/red)
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !