160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Golkar Tulungagung Apresiasi 15 Pelaku Budaya

Jairi Irawan Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung Apresiasi 15 Seniman

Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung Jairi Irawan Gaungkan Misi Besar: Dari Budaya Lokal Menuju Panggung Global

Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pelaku Budaya Tulungagung Senin Ketoprak, Tari, Campursari, Jaranan, Standup Komedi, Pambiwara/MC, dan Teater mendapat apresiasi dari DPD Partai Golkar Tulungagung. Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus identitas lokal, upaya menjaga warisan budaya kembali mendapat ruang apresiasi di Kabupaten Tulungagung.

Sebanyak 15 pelaku budaya menerima penghargaan dalam kegiatan Dialog Budaya dan Penyerahan Apresiasi Pelaku Budaya yang digelar di halaman Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Ketua DPD Golkar Tulungagung Jairi Irawan, S.Hum., M.KP. ini tidak sekadar seremoni. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang dialog antara para seniman, budayawan, pemerintah, serta generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan kebudayaan daerah.

750 x 100 AD PLACEMENT
Jairi Irawan Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung

Dalam sambutannya, Jairi menegaskan bahwa pelaku budaya memiliki posisi strategis dalam menjaga identitas daerah di tengah perubahan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui dukungan nyata dan berkelanjutan.
“Apresiasi ini adalah bentuk pengakuan bahwa para pelaku budaya di Tulungagung masih eksis, konsisten melakukan regenerasi, dan terus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Jairi.

Ia menjelaskan, pemilihan 15 tokoh budaya tersebut dilakukan melalui proses seleksi yang melibatkan diskusi bersama para senior pelaku seni serta generasi muda yang aktif di bidang kebudayaan. Hasil seleksi tersebut kemudian diajukan dan mendapat legitimasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, serta persetujuan dari tingkat provinsi.

Jairi berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan dapat berkembang menjadi program tahunan dengan jumlah penerima yang semakin bertambah.

Lebih jauh, ia juga membawa gagasan besar bertajuk “Lokal ke Global”, sebuah visi yang mendorong kebudayaan Tulungagung agar mampu dikenal hingga tingkat internasional.
“Untuk membawa budaya lokal ke panggung global memang bukan hal mudah. Tetapi saya yakin Tulungagung memiliki warisan budaya yang sangat bernilai dan berpotensi mendunia jika kita kelola bersama,” katanya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sebagai tokoh politik sekaligus legislator di tingkat provinsi, Jairi juga menegaskan komitmen Partai Golkar dalam mendukung penguatan sektor kebudayaan melalui jalur kebijakan. Dukungan tersebut akan diupayakan melalui jejaring legislatif mulai dari DPRD kabupaten, DPRD provinsi hingga DPR RI.

Menurutnya, kebudayaan juga harus berkelindan dengan pengembangan sektor ekonomi kreatif agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Kebudayaan tidak boleh berhenti pada simbol identitas semata. Ia harus menjadi kekuatan ekonomi yang menghidupi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Desi Tri, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah melalui berbagai program strategis.

Kepala Disbudpar Kabupaten Tulungagung Muhamad Aris Chandra

Salah satunya melalui program Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang bertujuan mengidentifikasi, mengkaji, serta mengajukan karya budaya yang telah bertahan lebih dari 50 tahun agar memperoleh pengakuan nasional dari pemerintah pusat.
“Program WBTB menjadi salah satu cara penting untuk memastikan kekayaan budaya daerah tidak punah dan mendapatkan perlindungan secara resmi,” jelasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar pelestarian budaya saat ini adalah bagaimana menarik minat generasi muda yang semakin akrab dengan budaya populer dan budaya global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disbudpar Jawa Timur menggagas program Taruna Budaya Jawa Timur, yang merangkul generasi muda berusia 17 hingga 23 tahun dari berbagai daerah untuk menjadi duta sekaligus influencer budaya.

Melalui program ini, para pemuda didorong aktif mempromosikan seni dan tradisi lokal melalui media sosial, terlibat dalam sanggar seni, serta mengajak generasi sebaya kembali mencintai budaya daerah.

Upaya pelestarian budaya juga diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti wayang, ludruk, hingga campursari dalam berbagai agenda kebudayaan.

Penyerahan Apresiasi pada pelaku budaya oleh Jairi Irawan

Bagi para seniman, penghargaan tersebut bukan sekadar bantuan materi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk pengakuan moral yang sangat bermakna.
“Bagi pelaku budaya, rasa bangga karena merasa diakui dan ‘disapa oleh negara’ memiliki nilai kehormatan yang sangat tinggi,” ujar Jairi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat para pelaku budaya untuk terus merawat dan mewariskan tradisi kepada generasi berikutnya semakin kuat, sehingga akar budaya Tulungagung tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Jurnalis: Pandhu/Rif

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !