
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Desa Jabalsari tak sekadar berprestasi, melainkan memimpin perlawanan melawan kekurangan gizi. Desa yang terletak di Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini, berhasil menaklukkan angka stunting hingga tersisa 1,59% pada 2024.
Prestasi gemilang ini mengantarkan Jabalsari sebagai wakil Jawa Timur dalam ajang penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional 2025.
Kisah sukses ini berawal dari angka stunting yang masih berada di 6,29% pada 2022. Dalam dua tahun, melalui sinergi total, desa ini berhasil merobohkan tembok persoalan gizi kronis tersebut.
Kepala Desa (Kades) Jabalsari, Mahmudi, menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari kolaborasi seluruh komponen desa. “Sebanyak 12 inovasi desa telah kami jalankan, mulai dari pemenuhan protein keluarga, penguatan ekonomi, hingga gerakan sosial. Semua ini demi memastikan tidak ada stunting baru di Jabalsari,” tegasnya.
Dukungan tidak hanya datang dari dalam desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberikan fondasi kuat melalui Peraturan Bupati (Perbup) No. 52 Tahun 2019 tentang percepatan pencegahan stunting dan Perbup No. 52 Tahun 2020 tentang pengelolaan keuangan desa untuk intervensi stunting.
Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., menyampaikan komitmen tinggi pemkab. “Pada 2025 ini, Pemkab Tulungagung mengalokasikan Rp105,9 miliar untuk memperkuat program penurunan stunting. Khusus Jabalsari, pada 2024 kami kucurkan anggaran sebesar Rp 667 juta,” ungkapnya.
Keberhasilan Jabalsari juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Perwakilan Kementerian Desa PDT RI, Dr. Dra. Anastutik Wiryaningsih, M.Si., menekankan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata kerja sama semua pihak. “Jabalsari menunjukkan komitmen tinggi. Dari angka 6,29 persen pada 2022 turun menjadi 1,59 persen di 2024,” ujarnya.
Dengan torehan prestasi ini, Desa Jabalsari tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengibarkan panji harapan bagi seluruh desa di Indonesia untuk mewujudkan target Zero Stunting.
(Jurnalis: Pandhu/HN
Editor: Tim Redaksi)