

KEDIRI (harian-news.com) – Semakin merebaknya virus Corona (Covid-19) di Kota Kediri, membuat Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah cepat dan tegas dalam memberlakukan social distancing kepada warganya.
Sesuai arahan pemerintah pusat dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat atas wabah covid19, Pemerintah daerah diminta memprioritaskan kesehatan masyarakat diikuti dengan program jaring pengaman sosial.
Hingga, Rabu (8/4/2020) data perkembangan penyebaran Covid-19 Kota Kediri mengalami kenaikan dari sebelumnya, tercatat ODR 775/854, ODP 134/136, PDP 2/3, dan terkonfirmasi 2/3. Tentunya data ini terus bergerak mengingat sejauh mana masa pandemi ini akan berlanjut dan berimbas pada warga masyarakat Kota Kediri.
Kepala Seksi Bencana Dinas Sosial Kota Kediri, Yoyok Triantoro, mengatakan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak KLB Covid-19 yang semula diprediksi 15 ribu kepala keluarga (KK) menjadi 50 ribu KK. “Masing-masing KK bakal menerima paket sembako senilai Rp.200 ribu yang datanya saat ini sudah di-entry di setiap kelurahan,” jelasnya.
“Mampunya Pemkot hanya segitu, isinya beras 10 kilo, minyak goreng, kecap, telur, dan bahan makanan lain. Bantuan tersebut juga telah disalurkan pada dua kelurahan yang terkonfirmasi positif corona,” katanya.
Sementara Kabag. Pemerintahan Kota Kediri, Paulus Luhur BP saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2020) menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat, karena adanya penundaan Prodamas. “Program prodamas untuk tahun ini ada penundaan, seandainya tidak ada KLB virus corona bulan ini sudah dicairkan,” katanya.
“Kita harus mengerti bahwa penyerapan anggaran ini mesti harus mengumpulkan banyak orang. Hal inilah yang kita hindari. Untuk itu mohon teman-teman Ketua RT untuk bersabar, kita menunggu arahan dari pimpinan,” tambahnya.
Program Prodamas, jelas Paulus, dilaksanakan sesuai dengan aturan Perwali dan kesepakatan bersama antara Ketua RT pada waktu awal program yang telah dijadwalkan oleh masing-masing RT.
Sebagai Pembina Forum Komunikasi RT dan RW se Kota Kediri, dirinya sering mendapat pertanyaan warga melalui Ketua RT tentang pencegahan virus corona sekaligus bagaimana mengatasi warga yang terdampak virus corona.
“Pemerintah Kota sudah menganggarkan dana sekitar Rp 20,3 miliar dan bila dana tersebut belum mencukupi ada skema dana belanja tidak terduga dari perubahan Dana Alokasi Umum Pemerintah Kota,” paparnya. [git]
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !