PolitikTulungagung

DPC Partai Gerindra Tulungagung Konsolidasikan Pengurus dan Kader, Bidik Kemenangan Pemilu 2029

×

DPC Partai Gerindra Tulungagung Konsolidasikan Pengurus dan Kader, Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Pendidikan Politik DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung bertema “Penguatan Kader DPC, PAC, Ranting dan Sayap Partai” di Crown Victoria Hotel, Tulungagung, Minggu (11/10/2026).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menginstruksikan kader memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga soliditas, dan mendekatkan diri kepada masyarakat sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menyampaikan motivasi

Ahmad Baharudin menegaskan, kader Gerindra harus mampu menghadapi dinamika politik, khususnya di media sosial, dengan mengedepankan data dan fakta. Ia juga mendorong kader lebih aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengawal program pemerintah agar memberikan manfaat nyata.

Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung bertema “Penguatan Kader DPC, PAC, Ranting dan Sayap Partai” di Crown Victoria Hotel, Tulungagung, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus, anggota legislatif, serta kader dari berbagai tingkatan tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.

Gerindra Tulungagung memiliki modal delapan kursi DPRD hasil Pemilu 2024, meningkat dibandingkan lima kursi pada Pemilu 2019. Perolehan tersebut menjadi pijakan bagi partai untuk memperkuat basis dukungan dan meningkatkan daya saing pada Pemilu 2029.

Ahmad Baharudin Tekankan Kerja Nyata

Dalam arahannya, Ahmad Baharudin meminta kader tidak mudah terpancing provokasi maupun terjebak dalam perdebatan di media sosial. Menurutnya, komunikasi politik harus dibangun dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Selain penguatan organisasi, Ahmad Baharudin menyoroti pentingnya gerakan ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman.

Ia juga mendorong pengembangan potensi pariwisata Tulungagung, khususnya kawasan pantai, melalui promosi dan penciptaan suasana daerah yang aman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Di bidang pendidikan, Ahmad Baharudin meminta kader bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mendata anak-anak yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Ia turut menyampaikan rencana pendirian Sekolah Rakyat di tingkat kabupaten pada tahun berikutnya sebagai upaya membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan.

Rencana tersebut membutuhkan tindak lanjut berupa kejelasan tahapan pelaksanaan, pembiayaan, mekanisme penerimaan peserta didik, serta jumlah anak yang menjadi sasaran. Dengan demikian, program dapat dipantau dan manfaatnya diukur secara konkret.

Kader Diminta Kawal Program Pemerintah

Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Widodo Prasetyo, S.P., M.M.A., mengapresiasi kehadiran jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, PIRA (Perempuan Indonesia Raya), serta unsur organisasi dan sayap partai.

Wakil Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Widodo Prasetyo, S.P., M.M.A.

Ia menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi dan menjadikan peningkatan perolehan kursi DPRD sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja politik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ebin Sunaryo, menyoroti peningkatan perolehan kursi partai dari lima kursi pada Pemilu 2019 menjadi delapan kursi pada Pemilu 2024.

Wakil Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ebin Sunaryo

Ebin meminta kader memperkuat barisan dan merespons kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan data dan fakta. Ia juga mendorong kader menjelaskan program pemerintah kepada masyarakat, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, dan kebijakan distribusi pupuk.

Terkait pembiayaan MBG dan revitalisasi sekolah, Ebin menyampaikan pandangannya mengenai efisiensi anggaran dan upaya perampasan aset koruptor. Ia juga menilai persoalan pupuk berkaitan dengan distribusi di tingkat bawah.

Pernyataan mengenai sumber pembiayaan program dan persoalan distribusi pupuk tersebut memerlukan pencocokan dengan dokumen anggaran serta data penyaluran agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.

Dukungan terhadap program pemerintah, dalam konteks pendidikan politik, juga perlu disertai pemahaman mengenai tujuan kebijakan, mekanisme pelaksanaan, dan evaluasi hasilnya.

Siapkan Kader Menuju Pemilu 2029

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tulungagung sekaligus Sekretaris DPC Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, S.T., menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi dan menyiapkan kader potensial untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2029.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tulungagung sekaligus Sekretaris DPC Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi, S.T.,

Ia juga meminta kader tidak mudah terpengaruh opini maupun serangan politik di media sosial, termasuk TikTok.

Sumarsono menyebut dukungan masyarakat terhadap Gerindra berada di atas 18 persen. Namun, angka tersebut perlu disertai informasi mengenai sumber data, periode pengukuran, dan metode survei apabila merujuk pada hasil survei elektoral.

Dalam persiapan menuju Pemilu 2029, ia mengapresiasi peran pengurus PAC, ranting, dan Tunas Indonesia Raya (Tidar) dalam memperkuat organisasi.

Ahmad Baharudin juga meminta kader mulai memetakan kebutuhan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal dan menyelesaikan persoalan organisasi melalui komunikasi yang baik.

Kemenangan Harus Sejalan dengan Kepentingan Rakyat

Konsolidasi Gerindra Tulungagung menunjukkan bahwa partai mulai mempersiapkan struktur dan sumber daya politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Namun, peningkatan jumlah kursi dan kesiapan mesin partai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Sebagai partai yang memiliki delapan kursi di DPRD, Gerindra juga memiliki tanggung jawab dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sementara itu, posisi Ahmad Baharudin sebagai Plt Bupati Tulungagung menuntut pelaksanaan tugas pemerintahan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dukungan politik terhadap pemerintah daerah perlu diwujudkan melalui pengawalan program, evaluasi kebijakan, transparansi anggaran, serta keberanian menyampaikan koreksi apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan.

Begitu pula dengan rencana Sekolah Rakyat, pengembangan pariwisata, dan gerakan ASRI. Keberhasilannya perlu dilihat dari hasil yang dapat dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari pernyataan dalam forum politik.

Menuju Pemilu 2029, tantangan Gerindra Tulungagung bukan hanya mempertahankan soliditas kader dan meningkatkan perolehan kursi. Partai juga perlu membuktikan bahwa kekuatan politik yang dimiliki mampu mendorong kebijakan yang responsif, pelayanan publik yang lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, dukungan masyarakat akan sangat ditentukan oleh rekam jejak, integritas, dan manfaat nyata yang dihasilkan.

Jurnalis: Pandhu